Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 12 April 2023

Tentang Enting Enting Gepuk Salatiga by qiuslot88

Makanan Ringan Unik Khas Salatiga ini bernama Enting-Enting Gepuk.



Enting-Enting Gepuk berbentuk segitiga yang dibungkus dengan Kertas Putih.

Berbahan dasar Kacang Tanah dan Gula pasir ini adalah buah tangan, dimana dapat ditemukan dengan mudah di Toko Oleh-oleh di Salatiga atau bahkan di daerah sekitarnya.

Dilansir dari Goodnews from Indonesia, Enting-Enting Gepuk berasal dari Tionghoa dimana di perkenalkan oleh juru kunci Klenteng yang ada di Salatiga tersebut (Klenteng Hok Tek Bio).



Sang juru kunci Klenteng tersebut bernama Khoe Tjong Hook, berasal dari Fukkian , China.

Pada awal mulanya Enting-Enting Gepuk ini adalah suguhan untuk Tamu yang berkunjung di Klenteng tersebut.

Dan di Tahun 1930, Enting-enting Gepuk ini mulai di produksi dan diperjual belikan secara umum.

Struktur dari makanan ini adalah kacang tanah yang di tumbuk halus, kemudian di bentuk menjadi segitiga atau Prisma.

Pada bagian luar adalah campuran dari Kacang yang di tumbuk yang di campur dengan larutan gula pasir sehingga membuat enting-enting gepuk memiliki struktur yang kuat dan tidak mudah remuk.

Makanan ini sangat manis dan cocok untuk teman minum teh maupun kopi.

Pada Awal penjualan dari enting-enting ini mendapatkan sambutan yang cukup baik dari warga asing yang bermukim di salatiga.

Orang Belanda yang bermukim saat itu di Salatiga cukup menggemari makanan manis ini.

Saat itu Pembungkus dari enting-enting ini adalah daun bambu yang di keringkan, saat itu pembungkus makanan dari kertas sangat jarang dan cukup mahal untuk biaya operasionalnya.

Namun seiring berkembangnya jaman, dan mudahnya bahan baku Pembungkus Makanan ini berubah. Namun bentuk dan khas dari Enting-enting ini tidak berubah.

Hingga saat ini, banya orang yang berkunjung ke Salatiga, menjadikan enting-enting Gepuk sebagai buah tangan favorit untuk di bawa ke tempat asal mereka.

Tentang Pecak by qiuslot88

Sepiring gurame dimasak pecak atau lebih sering disebut pecak gurame siap disantap dalam suasana dan cuaca apa pun.

Bisa dinikmati pagi sebagai sarapan, pada siang hari juga oke.

Apalagi pada malam hari, sangat pas.



Masakan ini enak dimakan di kala udara panas, dan tetap segar saat dinikmati pada musim hujan.

Gurihnya bumbu kacang, bumbu kunci, rasa asam dari jeruk limau, serta pedas dari jahe atau bawang merah dan cabai memberikan kehangatan tersendiri dalam tubuh.

Nengsih (19), warga Ciledug asal Pandeglang, Banten, mengatakan baru pertama kali menikmati pecak gurame. ”Ini pertama kalinya saya makan pecak gurame.

Selama ini gurame hanya digoreng atau dibakar. Rasanya lain.

Bumbunya meresap dalam daging.

Ada asam-asamnya yang segar dan pedas menendang,” kata Nengsih, yang ditemui di Restoran Jagarawa, pinggiran Situ Cipondoh, Jalan Hasyim Ashari, Selasa (3/2/2015).

Pecak gurame adalah masakan yang sederhana.

Aslinya, pecak gurame adalah makanan Betawi yang mirip dengan pecel lele Jawa Timur-an, yaitu ikan goreng yang diguyur dengan sambal kacang pedas.

Hanya saja, yang membedakan antara pecel Jawa Timur-an dengan pecak gurame adalah pada pengolahan sambal kacangnya.



Pada pecak gurame asli Betawi ini, sambal kacangnya dimasak dengan santan sehingga terasa lebih gurih.

Sementara cabai merah, selain memberikan rasa pedas menonjok, sekaligus membuat tampilan masakan berwarna jingga dan merah.

Bumbu lainnya adalah kunyit dan kunci, sedangkan bahan utamanya adalah ikan gurame yang digoreng atau dibakar/panggang.

Biasanya pecak gurame sering dihadirkan dengan masakan gabus pucung.

Hal ini menandakan sejarah masyarakat Betawi sebagai masyarakat sungai karena gabus dan gurame adalah ikan air tawar yang banyak ditemukan di sungai atau rawa-rawa.

Namun, seiring berkurangnya lahan rawa, keberadaan ikan gabus mulai menghilang.

Gurame secara umum tetap bertahan karena banyak yang membudidayakannya.

Berbagai rasa baru Seiring terus berkembangnya dunia kuliner, berbagai kreativitas atas masakan pecak gurame terus bermunculan.

Pecak gurame yang tadinya hanya berbumbu kacang, kunyit, kunci, dan santan menjadi bervariasi.

Sebagian koki meniadakan bumbu kacang dan kunyit.

Mereka malah menambahkan jahe, bawang merah, dan serai untuk pemberi rasa baru.

Langkah itu diambil agar masakan yang dihidangkan berbeda dengan produk serupa di rumah makan lain.

Seperti di Rumah Makan Hj Kokom, juga di pinggiran Situ Cipondoh, rasa asam dan pedas pada pecak guramenya tak terlalu terasa meski warna merah cabai menghiasi masakan itu.

Sementara pecak gurame di Jagarawa sangat terasa asam dan pedasnya.

Selasa, 11 April 2023

Tentang Nasi megono by qiuslot88



Megono adalah sebuah hidangan khas Jawa Tengah yang terbuat dari potongan nangka muda dengan perpaduan kelapa parut yang dibumbui sehingga menciptakan rasa gurih.

Megono awalnya berasal dari Kabupaten Pekalongan di pesisir utara Jawa.

Kemudian berkembang di Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung.

Megono biasanya disajikan dengan nasi, mendoan, cumi masak hitam, telur balado, tempe orek, mentimun, dan sambal.

Nilai sejarah dan budaya mengawali terciptanya megono sebagai hidangan para pejuang.

Megono berasal dari kata bahasa Jawa merga (karena) dan ana (ada).

Makanan ini berawal dari sajian yang diberikan untuk para pasukan Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Bahureksa yang hendak berperang melawan VOC di Batavia pada tahun 1628.

Kondisi perang yang menyebabkan sulitnya perekonomian rakyat pada kala itu berdampak pada minimnya kebutuhan sandang dan pangan.

Suatu ketika, rombongan pasukan Mataram memasuki wilayah Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat di perkampungan penduduk dalam kondisi kelelahan dan lapar.

Penduduk setempat bersimpatik dan tak tinggal diam melihat kondisi pasukan Mataram tersebut.

Mereka saling bahu-membahu dan membantu mengumpulkan makanan dari rumah setiap penduduk untuk diberikan secara sukarela.

Namun, dengan kondisi yang serba terbatas para penduduk hanya mendapatkan kerak nasi tanpa adanya sayur.

Inisiatif untuk mencari sayur pun muncul.

Hingga diperoleh nangka muda yang banyak ditanam oleh penduduk di Pekalongan.

Nangka muda itu pun kemudian diolah dengan singkat hingga menjadi cacahan nangka muda yang terpotong kecil-kecil dan dibumbui kelapa parut.



Semenjak itu makanan ini disebut dengan megono yang merupakan akronim merga ana, dalam bahasa Jawa berarti karena ada.

Karena hanya ada nangka muda tersebut yang dapat dijadikan sayur sebagai hidangan untuk pasukan Mataram.

Meskipun makanan sederhana berbahan dasar nangka muda, mengonsumsi nangka muda dapat memperkuat imunitas tubuh dan sumber antioksidan yang baik guna memperkuat ketahanan fisik.

Oleh sebab itu, pasukan Mataram disajikan nangka muda tersebut.

Megono terbuat dari nangka muda yang masih mentah dan kulitnya telah dikupas, nangka muda itu kemudian dicincang atau diiris halus terlebih dahulu menjadi potongan kecil-kecil.

Kemudian potongan tersebut di masukkan ke dalam wadah yang tahan panas.

Selanjutnya tambahkan irisan halus bunga kecombrang, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, cabai merah, serai, daun melinjo, daun salam, daun jeruk, dan bumbu rempah ke dalam wadah nangka muda dan diaduk hingga tercampur merata.

Setelah itu, kukus nangka muda yang telah tercampur dengan bumbu sekitar 45 menit–1 jam hingga nangka menjadi lunak dan bumbunya telah meresap.

Warna megono yang dihasilkan biasanya berwarna kuning kecokelatan.

Warna kematangan megono dipengaruhi oleh bumbu rempah yang digunakan.

Bumbu rempah ini yang memberikan cita rasa utama pada megono.

Sedangkan rasa gurih yang dihasilkan dipengaruhi dari kelapa parut yang diberikan.

Megono hadir dalam berbagai warna dan variasi.

Variasi hidangan megono menjadi jenis tersendiri bagi megono tersebut.

Selain di Pekalongan megono memiliki variasi lain di Wonosobo.

Ciri khas megono Wonosobo adalah adanya tambahan irisan kubis hijau, parutan kelapa, dan ebi.

Bumbu megono Wonosobo sendiri terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam, dan cabai.

Parutan kelapa dan ebi tersebut yang memberikan rasa gurih.

Megono merupakan jenis hidangan vegetarian atau sayuran, karena hanya terdiri dari nangka muda, parutan kelapa dengan paduan bumbu rempah lainnya.

Namun, megono biasanya disajikan dengan tambahan lauk seperti cumi, daging ayam, atau ikan.

Megono umumnya disajikan dengan nasi putih dan cumi yang dimasak hitam, telur rebus balado, mendoan, tempe orek, mentimun, dan sambal.

Megono biasanya dikemas dengan daun pisang untuk menguatkan aromanya menjadi wangi dan lebih enak.

Di pesisir pantai utara Jawa Tengah, megono merupakan hidangan populer di warung makan, restoran dan jajanan kaki lima.

Megono umumnya dijajakan dalam warung makan, lesehan, hingga menggunakan mobil khusus untuk berjualan.

Megono juga ada yang dijual sebagai makanan kalengan, megono kaleng biasanya berisi megono setengah matang yang dilengkapi dengan bumbu rempah.

Namun, ada pula megono kaleng yang hanya berupa nangka muda dan harus dimasak sendiri.

Senin, 10 April 2023

Tentang Empal Gentong Cirebon by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Menginjakkan kaki di Cirebon kurang lengkap kalau belum makan empal gentong.

Sajian olahan daging khas kota Udang ini, kini dapat dinikmati di berbagai kota besar Indonesia.

Namun mencicipi empal gentong langsung di Cirebon tentu memberikan pengalaman yang berbeda.



Sekilas empal gentong terlihat seperti soto karena warna kuah kuningnya.

Meski berasal dari Cirebon, empal gentong bukanlah kuliner asli Cirebon.

Mengutip laman KBBI, kata “empal” merujuk pada daging yang dipotong pipih kemudian direbus dan dibumbui lalu digoreng.

Sedangkan bagaimana daging sapi itu diolah, empal gentong merupakan hasil perpaduan budaya Jawa,

Arab, India dan juga Cina.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Kuah kental seperti gulai merupakan hasil akulturasi budaya masakan Arab dan India.

Sedangkan penggunaan jeroan merupakan merujuk pada bahan makanan khas Tionghoa.

Cita rasa khas Nusantara hadir lewat bumbu dan rempah yang digunakan.

Nieza (2009:10) dalam Jalan-jalan ke Cirebon menjelaskan daging yang sudah dipotong kemudian dimasak dengan bumbu dan rempah pilihan dalam “gentong”, wadah masak besar yang terbuat dari tanah liat.



Kuali tanah liat pada waktu itu digunakan karena perkakas seperti besi atau stainless steel belum umum seperti sekarang.

Proses memasaknya pun menggunakan api dari kayu pohon asam untuk menjaga tekstur daging dan citarasa.

Dibutuhkan kurang lebih lima jam untuk mengolah makanan dengan rasa gurih, manis dan pedas ini.

Dahulu empal gentong diolah menggunakan daging kerbau.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Penggunaan kerbau untuk sajian empal dilakukan untuk menghormati mayoritas warga masyarakat yang waktu itu memeluk agama Hindu.

Tertarik mencicipi empal gentong? Anda bisa mampir ke Jalan Slamet Riyadi atau Jalan Haji Apud untuk mencicipi sajian empal gentong yang legendaris ini.



Cukup banyak warung empal gentong yang bisa Anda jumpai.

Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, semangkuk empal gentong dengan nasi atau lontong sangat cocok untuk mengisi perut seusai berjalan-jalan.

Minggu, 09 April 2023

Tentang sate kambing wendy's by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Membahas kuliner di Tegal, tentu identik dengan warung Tegal atau yang biasa disebut warteg.

Warteg memang menjadi primadona bagi banyak orang, terlebih karena rasanya yang lezat dan harga yang cukup terjangkau.



Namun selain sajian makanan yang ada di warteg, Tegal ternyata juga memiliki sederet kuliner yang tak kalah nikmat.

Satu di antaranya adalah warung sate legendaris yang dikenal dengan nama Sate Kambing Wendy's



Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto Griya Mejasem Baru 4 Nomor 59, Kraton, Tegal Barat, Tegal, Jawa Tengah.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Sate Kambing Wendy's juga tak luput dari perhatian seorang food vlogger terkenal, yakni Nex Carlos.

Melalui unggahan dalam video Youtube-nya, Nex Carlos terlihat berkunjung ke Sate Kambing Wendy's saat berada di Tegal.



Sebelum mencicipi sajian satenya, Nex Carlos menyempatkan diri untuk berbincang sejenak dengan beberapa karyawan yang tengah sibuk mengolah daging kambing di sana.

Menurut penuturan salah seorang karyawan, kambing yang digunakan di sini adalah kambing berumur kurang lebih 4-5 bulan.

Dalam sehari, Sate Kambing Wendy's mampu menghabiskan 20 ekor kambing muda.

Ada tiga jenis sate yang dijual, yakni sate daging, sate ati dan sate campur.

Pengunjung dapat memilih sendiri jenis sate sesuai selera.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Berbeda dengan warung sate kambing pada umumnya, kambing yang diolah di Sate Kambing Wendy's berasal dari peternakan sendiri.

Yang membedakan dari yang lainnya adalah kambingnya ternak sendiri," kata salah seorang karyawan.



"Ternak di daerah adiwerna, gak ada yg beli, semuanya dari hewan ternak sendiri," imbuhnya.

Bahkan, kambing-kambing tersbeut memiliki pola makan yang spesial sehingga dagingnya terjaga.

Selain sate kambing, Sate Kambing Wendy's juga menyediakan sop, gule hingga garang asem.

Dalam satu porsi sate kambing, terdiri dari 10 tusuk.

Hal lain yang tak kalah unik ialah tidak adanya bumbu yang diaplikasikan saat proses pembakaran sate.

Kendati demikian, rasanya sudah sangat lezat.

Bahkan, Nex Carlos pun sempat tidak percaya jika sajian sate di sini tidak bumbui.

Sebab, menurutnya rasanya sangat enak dan gurih.

Kendati demikian, Nex menegaskan bahwa memang sajian sate tersebut murni tidak memakai bumbu apapun.

Selain rasanya yang enak, dagingnya juga terasa sangat empuk.

Menariknya, Sate Kambing Wendy's menggunakan hotplate dalam penyajiannya.

Hal ini bertujuan agar sajian sate tetap panas, sehingga masih tetap lezat untuk saat disantap.

Tak seperti sate pada umumnya, sate kambing di sini tidak menggunakan bumbu kacang.

Hanya ada bumbu kecap dengan irisan cabai rawit.

Satu porsi sate daging yang berisi 10 tusuk dibanderol dengan harga Rp 60.000.

Ketika membayar, Nex Carlos pun sempat bertemu dengan Wendy selaku pemilik.

Wendy mengungkapkan bahwa usaha kuliner miliknya sudah ada sejak tahun 1984.

Bahkan, Wendy mengaku sudah ikut berjualan sejak ia masih berada di bangku kelas 5 sekolah dasar.

Sabtu, 08 April 2023

Tentang Serabi Notosuman by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Serabi Notosuman yang tersohor di seantero Solo pada awalnya dirintis oleh pasangan suami istri, Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan pada tahun 1923.



Tadinya pasangan suami istri ini seringkali menerima pesanan apem dari para tetangganya.

Lama-kelamaan kelezatan resep apem dari pasangan suami istri ini semakin populer dan mereka pun mulai mengembangkan resep serabi.

Dari resep serabi tradisional inilah bermula cikal bakal Serabi Notosuman yang kini dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Solo.

Nama Serabi Notosuman sendiri diambil dari nama jalan Notosuman di Solo, yang kini sudah berganti nama menjadi Jl. Muh Yamin.



Sejak dirintis oleh Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan, kini kedai Serabi Notosuman sudah diteruskan oleh generasi keempat.

Kualitas rasa dan bahan baku tetap diutamakan agar rasa serabinya sama seperti resep turun temurun yang diwariskan oleh sang buyut.

Salah satu rahasia kelezatan Serabi Notosuman adalah penggunaan beras Cendani yang berkualitas dan sengaja ditumbuk sendiri untuk menjaga kualitas rasa, tekstur dan kebersihannya.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Serabi Notosuman sebenarnya biasa saja.

Serabi Notosuman hanya menggunakan tepung beras, pandan, gula, santan, garam dan vanila.



Karena menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet, tak heran bila Serabi Notosuman ini hanya dapat bertahan selama 24 jam saja.

Jadi kita harus bergegas memakannya agar kita bisa memperoleh citarasa khas yang lezat.

Sejak pertama kali dibuat hingga saat ini, Serabi Notosuman tetap konsisten menyiapkan 2 varian rasa saja yakni rasa original dan coklat.

Pemilik kedai Serabi Notosuman memang sengaja tidak mengikuti perkembangan zaman dengan menambahkan varian rasa seperti keju, strawberry, pandan atau durian dengan alasan untuk mempertahankan konsistensi rasa original dari resep serabi yang sudah diwariskan.

Sekali waktu, sang generasi penerus pernah mencoba membuat serabi dengan tambahan nangka.

Namun ternyata rasa nangka tersebut justru lebih dominan dan malah menutupi rasa khas serabi.

Akhirnya pembuatan varian rasa serabi pun urung dilakukan.

Sedangkan untuk urusan pengemasan, Serabi Notosuman memberikan sedikit inovasi dengan menggulung serabi dan membungkusnya menggunakan daun pisang.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Serabi Notosuman yang sudah dibungkus daun pisang aromanya akan jadi lebih sedap dan mudah disantap karena tak mengotori tangan sehingga praktis untuk disantap di berbagai acara.

Sebagai makanan khas, Serabi Notosuman menempati posisi penting dalam kehidupan masyarakat di Surakarta.



Bahkan bisa dikatakan, tidak ada orang Surakarta yang tidak kenal dengan Serabi Notosuman.

Berikut ini ulasan mengenai perkembangan Serabi Notosuman dari generasi ke-1 sampai generasi ke-4. Perkembangan Serabi Notosuman dari generasi ke generasi 1.

Generasi ke-1 Tahun 1923-1955 Serabi Notosuman pertama kali dirintis pada tahun 1923 oleh Ny. Hoo Ging Hok.

Usaha Serabi ini dikelola bersama suaminya Tan Giok Lan.

Awalnya Serabi Notosuman lahir dari ketidaksengajaan.

Menurut Hoo Khik Nio, anak dari Ny. Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan, pada awal mulanya, orang tua Hoo Khik Nio adalah pembuat serabi pertama kali di Kota Surakarta.

Itu terjadi tanpa disengaja, awalnya tetangga meminta dibuatkan apem untuk selamatan.

Karena apem yang dibuat Ny. Hoo Ging Hok enak, tetangganya memesan kembali.

Dari situlah Ny. Hoo Ging Hok awalnya berjualan apem.

Suatu hari, ada seorang pelanggan minta dibuatkan apem yang bentuknya lebih pipih.

Lantaran bentuknya yang beda, pelanggan itu menyebutnya serabi.

Sejak itulah makanan apem pipih itu dikenal dengan nama serabi.

Di luar dugaan, serabi justru lebih digemari ketimbang apem. Hingga akhirnya orang tua Hoo Khik Nio beralih menjadi pengusaha serabi yang cukup laris.

Ny. Hoo Ging Hok sering mendapat pesanan dari Keraton Kasunanan Surakarta untuk membuat apem yang digunakan untuk acara ruwahan.

Kemudian atas inisiatif sendiri, pinggiran apem tersebut diberi bingkai (pinggiran).

Jadi bentuknya sudah tidak seperti apem, tapi seperti bentuk serabi yang dikenal saat ini.

Ternyata tanggapan masyarakat Surakarta kala itu cukup bagus.

Mereka menyukai apem kreasi Ny. Hoo Ging Hok.

Karena itulah, dia menekuni usaha itu hingga pindah tempat tiga kali.

Tempat berjualan Serabi Notosuman pertama kali di Jalan Veteran, kemudian setelah kontrak habis warung pindah ke Jalan Yos Sudarso.

Dari Jalan Yos Sudarso pindah lagi ke Jalan Moh. Yamin No. 24 Solo (yang dulu bernama Notosuman) sampai sekarang.

Aktivitas berjualan Serabi Notosuman dimulai sejak pukul 03.00 WIB.

Bila ditelusuri lebih dalam hal ini rupanya memiliki kaitan sejarah dengan perilaku masyarakat Surakarta tempo doeloe yang sering tirakat (jalan kaki) dan keluar pada malam hari lalu mampir di warung hik.

Ny. Hoo Ging Hok membuat serabi dengan bahan dan cara pembuatan yang tidak jauh berbeda dengan kue apem.

Karena rasa serabi dianggap lebih enak dan kebersihannya juga terjamin, makin lama makin banyak pembeli yang datang.

Serabi ini dikenal dengan Serabi Notosuman, karena pembuatannya berada di Kampung Notosuman (yang sekarang berganti menjadi Jalan Mohammad Yamin), maka serabi ini kemudian diberi nama Serabi Notosuman.

Bahan baku pembuatan Serabi Notosuman tidak jauh berbeda dengan pembuatan apem, yaitu terdiri dari tepung beras, gula pasir dan santan.

Beras yang digunakan adalah beras cendani dari Cianjur.

Pembuatan tepung dilakukan dengan cara ditumbuk sendiri. Proses pembuatan Serabi Notosuman dengan cara dimasak di atas wajan kecil yang terbuat dari tanah liat dan mengunakan keren/anglo dan arang sebagai bahan bakar.

Serabi Notosuman yang pertama kali diproduksi hanya memiliki rasa original saja.

Kemudian karena ramainya pembeli yang datang Ny. Hoo Ging Hok mendapatkan ide untuk membuat inovasi. Ny. Hoo Ging Hok membuat Serabi Notosuamn dengan variasi penambahan coklat dan nangka.

Serabi Notosuman yang ditambahkan nangka di atasnya membuat rasa nangka lebih dominan dibandingkan rasa Serabi Notosuman itu sendiri, maka pemilihan rasa coklat lebih dipilih untuk menambah inovasi baru dan banyak pembeli yang menyukainya.

Dari situlah akhirnya Serabi Notosuman sampai saat ini hanya memproduksi dua varian rasa saja yaitu original dan rasa coklat.

Serabi Notosuman semakin berkembang dan menjadi makanan yang digemari masyarakat Surakarta.

Ketika Ny. Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan meninggal usaha itu diwariskan kepada putrinya Ny. Hoo Khik Nio, yang semula adalah pembatik di kawasan Serengan, Surakarta

Generasi ke-2 Tahun 1955-1987 Ny. Hoo Khik Nio sebagai pewaris generasi ke-2 Serabi Notosuman memiliki nama Jawa Margo Hutomo.

Nama Jawa yang melekat pada dirinya ini karena nama dari suaminya.

Sebagai masyarakat yang tinggal di Jawa Ny. Hoo Khik Nio lebih sering dipanggil Mak Margo.

Ny. Hoo Khik Nio sebagai generasi ke-2 gigih menjaga usaha Serabi yang diwariskan orang tuanya ini.

Ny. Hoo Khik Nio sebagai pewaris Serabi Notosuman dengan gigih mempertahankan usaha ini.

Resep dan rasa Serabi Notosuman tidak mengalami perubahan, sehingga semakin banyak pelanggan yang membeli Serabi Notosuman.

Rasa dan bentuk Serabi Notosuman masih sama dari sebelumnya yaitu hanya ada dua varian rasa saja, original dan rasa coklat.

Rasa original bentuknya polos berwarna putih santan, di atasnya hanya diberi santan cair, sedang rasa coklat ada penambahan topping coklat di atasnya.

Penyajiannya pun juga masih tetap sama seperti saat ibunya berjualan yaitu berbentuk sesuai aslinya bulat dan ditaruh di atas daun pisang.

Sama seperti ibunya, Ny. Hoo Khik Nio menjajakan Serabi Notosuman pada pukul 03.00 WIB. Bagi masyarakat Surakarta, sudah terbiasa orang berjualan jajanan di malam hari.

Pada jam malam hari biasanya orang merasakan lapar dan tidak ingin memakan makanan yang berat seperti nasi, dan untuk mengantikannya masyarakat mencari jajanan yang bisa langsung dinikmati seperti Serabi Notosuman.

Karena banyaknya pelanggan Serabi Notosuman, pembeli harus rela mengantri dan bahkan bila tidak lebih awal bisa kehabisan.

Pada saat usaha Serabi Notosuman dipegang oleh generasi kedua tempat berjualan sudah mulai menetap di Notosuman.

Warung ini cukup sederhana, tidak ada tempat duduk untuk pembeli.

Bahkan letaknya juga persis berada di tepi jalan tanpa tempat parkir.

Tetapi meski begitu, Serabi Notosuman sangat popular.

Tidak hanya wisatawan yang berkunjung ke Surakarta yang sudah merasakan nikmatnya serabi ini, Presiden pertama RI Soekarno pun pernah merasakan enaknya Serabi Notosuman.

Sejak saat itu Serabi Notosuman semakin kebanjiran pembeli.

Serabi Notosuman sebagai jajanan yang dijajakan di pinggir jalan beranjak naik kelas karena Serabi Notosuman diborong oleh Presiden Pertama RI.

Hal ini berpengaruh besar terhadap perkembangan Serabi Notosuman secara positif.

Setelah puluhan tahun usaha ini berdiri Serabi Notosuman diwariskan lagi oleh Hoo Khik Nio (Ny. Margo Hutomo) kepada empat dari enam anaknya, dikarenakan kondisi fisiknya yang tak memungkinkan lagi untuk bekerja, sementara pesanan terus mengalir.

Keempat pewarisnya adalah Handayani dan Buntoro di Notosuman, Lidiawati di kampung Kratonan, dan Bambang di Jalan Gejayan, Yogya.

Sedangkan dua anak Hoo Khik Nio lainnya, Eliani dan Yusuf, memilih jualan mie di Jalan Kaliwingko, Surakarta.

Generasi Ke-3 Tahun 1987-2003 Pada tahun 1987 Serabi Notosuman beralih ke generasi ke-3.

Penerus generasi ke-3 dari Serabi Notosuman yaitu Nyonya Lidiawati atau lebih dikenal dengan Ny. Lidia.

Nyonya Lidia adalah anak kelima dari Nyonya Hoo Khik Nio.

Beliau mewarisi berjualan serabi pada usia 29 tahun. Menurut Nyonya Lidia, dirinya dulu pada waktu remaja sudah ikut membantu ibunya Nyonya Hoo Khik Nio berjualan serabi, bahkan saat neneknya Nyonya Hoo Ging Hok berjualan serabi Nyonya Lidia sudah sering diajak ibunya berjualan.

Sehingga tidak heran apabila Nyonya Lidia dapat mewarisi dalam membuat Serabi Notosuman yang legendaris itu.

Selain mempertahankan resep asli, Nyonya Lidyawati juga berusaha keras mempertahankan kualitas rasa dengan membuat serabi dari tepung beras pilihan.

Salah satu ciri khas Serabi Notosuman adalah mereka menumbuk sendiri beras yang digunakan sebagai bahan baku membuat serabi.

Beras yang digunakan adalah beras dengan kualitas tinggi, yaitu beras cendani dari Cianjur.

Hal inilah yang membedakan Serabi Notosuman dengan serabi Solo lainnya.

Selain tetap mengutamakan rasa dan mutu, juga pelayanan.

Pada awalnya, Nyonya Lidia memegang usaha Serabi Notosuman sendiri, dia hanya dibantu beberapa asisten rumah tangga.

Karena usianya yang masih muda, beliau merasa kewalahan dengan banyaknya pembeli serabi setiap hari.

Nyonya Lidia benar-benar menjaga usaha yang diwariskan secara turun-temurun ini.

Karena melihat kegigihan Nyonya Lidia dalam mengelola usaha Serabi Notosuman, suaminya kemudian memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya dan memilih membantu Nyonya Lidia dalam mengelola usaha berjualan Serabi Notosuman.

Berbeda dengan ketika dipegang oleh pendahulunya yang mulai berjualan pada pukul 03.00 WIB, pada saat generasi ke-3 aktivitas pembuatan serabi dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan membuat adonan tepung beras, gula pasir dan santan.

Adonan yang sudah jadi lalu dimasukan dalam wajan kecil dari tanah liat di atas tungku kecil atau anglo dengan bahan bakar arang.

Pembeli yang datang langsung melihat pembuatan kue ini.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang datang ke toko.

Kegiatan berjualan serabi hingga pukul 17.00 WIB, akan tetapi toko legendaris ini bisa tutup lebih awal apabila serabi sudah habis.

Pada saat Serabi Notosuman dipegang oleh generasi ke-3 mulai merekrut karyawan.

Hal ini dikarenakan semakin banyak pembeli sehingga jika hanya keluarga dan asisten rumah tangganya saja yang membuat tidak akan dapat memenuhi jumlah kuota pembeli yang begitu banyak.

Dalam sehari Nyonya Lidia dapat menghabiskan kurang lebih 100 kg bahan untuk membuat Serabi Notosuman.

Jumlah karyawan Serabi Notosuman tidak tentu, karena ada yang keluar dan masuk, kebanyakan karyawan yang keluar kemudian berjualan sendiri.

Pada generasi ke-3 ini pula Serabi Notosuman melakukan inovasi dalam penyajiannya, serabi-serabi yang dulu dijajakan bundar sesuai dengan bentuk serabi aslinya, kemudian ada variasi perubahan dalam penyajiannya dengan digulung menggunakan daun pisang dan dikemas dengan menggunakan kemasan kotak berwarna hijau.

Tiap kemasan berisi 10 biji serabi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan saat membawa Serabi Notosuman sebagai oleh-oleh.

Pada tahun 1992 Serabi Notosuman sudah mematenkan merk dagangnya, dengan merk dagang Serabi Solo Notosuman sebagai salah satu makanan khas Kota Surakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1923, hal ini bertujuan untuk menjaga keaslian Serabi Notosuman.

Serabi Notosuman telah memenuhi persyaratan Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dengan P-IRT No. 3063372011002-16.

Selain itu Serabi Notosuman juga terdaftar sebagai makanan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1992 dengan No. 15100006580812.

Selain Presiden pertama RI Soekarno yang menjadi pelanggan, Serabi Notosuman juga menjadi klangenan Presiden RI ke 2 Suharto dan keluarga Cendana.

Serabi Notosuman selalu menjadi salah satu menu wajib bagi keluarga Cendana jika mengadakan sebuah acara.

Ketika menjabat jadi Presiden RI Pak Harto selalu memesan Serabi Notosuman jika Istana Negara kedatangan tamu negara.

Sehingga banyak petinggi-petinggi yang juga menjadi pelanggan Serabi Notosuman.

Tidak heran jika Serabi Notosuman semakin berkembang dan memiliki banyak pelanggan.

Pada tahun 1997 Nyonya Lidia mendapat undangan khusus dari Keluarga Cendana.

Tepatnya pada bulan November tahun 1997 Nyonya Lidia diundang untuk membuat Serabi di Cendana pada saat ada acara penyambutan Sultan Brunei dan pameran di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. 

Generasi ke-4 Tahun 2003-sekarang Pada tahun 2003 Serabi Notosuman mulai membuka cabang di beberapa daerah di Jawa Tengah, yaitu di Kudus, Boyolali dan Yogyakarta. Masing-masing cabang dikelola langsung oleh generasi ke 4 yaitu anak-anak dari Nyonya Lidia.

Cabang pertama di kota Yogyakarta dipegang langsung oleh anak pertama Nyonya Lidia yaitu Yohanes Krismanto.

Pada tahun yang sama Serabi Notosuman kembali membuka cabang di beberapa Kota seperti di Boyolali, Semarang dan Kudus.

Masing-masing cabang dikelola langsung oleh generasi ke-4 yaitu anak-anak Nyonya Lidia.

Cabang Boyolali dipegang oleh Markus Kristiono dan Matius Krismono, cabang Kudus dikelola oleh Lukas Kristanto, sedangkan cabang Semarang dikelola oleh anak angkatnya yaitu Susi Lenawati.

Serabi Notosuman generasi ke-4 tidak berbeda jauh dengan generasi ke-3, karena sudah terbiasa dengan aktifitas membuat Serabi Notosuman sejak kecil mereka mampu membuat serabi yang sama dengan serabi generasi sebelumnya.

Hal inilah yang juga dirasakan oleh generasi ke-3 yang terbiasa dengan kehidupan berjualan serabi sejak ibunya berjualan.

Sehingga tidak ada bekal khusus yang diterima dalam membuat Serabi Notosuman.

Selain itu juga tidak ada resep khusus yang disembunyikan, bahkan semua karyawan juga bisa membuat kue serabi dengan resep asli.

Teknik pembuatan Serabi Notosuman generasi ke-4 juga tidak berbeda jauh dengan generasi ke-3. Selain menjadi makanan khas Kota Surakarta, pembuatan serabi juga memiliki keunikan yaitu pengunjung dapat melihat pembuatan serabi.

Hal ini karena proses pembuatan serabi dilakukan di depan toko.

Proses pembuatan tidak lagi memakai tungku/anglo dan arang tetapi sudah semi modern.

Wajan-wajan kecil disusun di atas meja-meja alumunium dengan kompor gas sebagai bahan bakarnya. Serabi Notosuman tak termakan zaman tetap menjadi favorit selama empat generasi.

Jajanan rakyat yang berubah menjadi jajanan berkelas ini ternyata tak lekang oleh zaman.

Di tengah serbuan jajanan impor, ia tetap laris.

Bahkan sering dijadikan oleh-oleh mereka yang keluar negeri.

Pembukaan cabang Serabi Notosuman semakin memperjelas perkembangan kuliner legendaris ini.

Sebagai generasi ke-3 Serabi Notosuman Nyonya Lidia tidak ingin menjual nama kepada pihak lain.

Hal ini karena untuk tetap menjaga resep Serabi Notosuman sehingga terjaga keasliannya.

Dengan dibukanya cabang di berbagai daerah membuat Serabi Notosuman semakin dikenal sehingga pelangganpun semakin bertambah.

Jumat, 07 April 2023

Tentang Sate Kere Khas Surakarta by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Tidak ke Solo kalau tidak makan sate kere, begitulah kira-kira ungkapan yang menggambarkan keharusan wisatawan mencicipi makanan “rakyat jelata” ini.



Sate kere memang terkenal sebagai kuliner legendaris khas Surakarta.

Jika umumnya sate menggunakan daging, makanan ini berbahan dasar tempe gambus yang terbuat dari ampas tahu yang dipotong-potong, dibumbui, dan dipanggang layaknya sate.



Sesuai namanya, sate ini dulunya hanya disantap oleh orang “kere” sebagai pengganti daging yang tidak mampu mereka beli.

Sebutan sate kere memang merujuk pada makna miskin, yang dulu dibuat oleh rakyat jelata yang tidak mampu membeli sate daging, lantaran hanya kalangan menengah atas saja yang dapat menyantap makanan “mewah” itu.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Pada zaman kolonial, di perkotaan besar di Jawa, lazim ditemukan abattoir atau tempat penyembelihan hewan, dibangun pemerintah kolonial Belanda untuk menjamin konsumsi kaum Eropa akan daging sapi.



Demi menjaga kesehatan konsumen, pengelola abattoir pantang menjual daging bercampur gajih. Karena itulah pada zaman dulu, sate adalah makanan mahal dan hanya kalangan menengah atas saja yang bisa menyantapnya.

Rakyat jelata yang ingin merasakan daging namun tidak mampu membeli kemudian mengkreasikan tempe gambus untuk dijadikan sate.

Melansir dari laman surakarta.go.id, selain tempe gambus, bahan dasar pembuatan sate ini juga menggunakan jeroan sapi seperti paru dan usus sapi.

Secara penampilan, sate kere tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya, apalagi kuliner yang dapat ditemukan juga di daerah Yogyakarta ini biasanya memang dilengkapi dengan bumbu kacang atau sambal kecap.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Meski harga sate daging kini bisa dijangkau oleh semua kalangan, tetapi kuliner sate kere tetap diminati dan banyak dicari oleh penggemar kuliner.

Saat bepergian ke Solo, jika beruntung, Anda bisa menemukan pedagang keliling yang menjual sate kere.

Makanan kelas bawah ini bahkan naik takhta di beberapa tempat makan menyediakannya sebagai menu andalan.

Padahal di masa lampau, makanan ini biasa disantap oleh masyarakat kere sebagai tiruan bagi mereka yang tidak mampu membeli sate kambing.

Selain harganya murah, sate kere juga tak kalah lezat dengan sate daging pada umumnya, apalagi ditambahkan irisan lontong, makanan khas Solo ini cukup nikmat dan mengenyangkan.

Selain di Solo, warga Yogyakarta yang sering pergi ke bilangan Pasar Beringharjo pasti tidak asing dengan sate kere.

Banyak penjual yang menjajakan makanan murah meriah ini di emperan pasar tersebut.

Pembuatan sate kere tak terlalu rumit.

Bumbu untuk membuatnya hanya menggunakan ketumbar, bawang putih, bawang merah dan gula merah atau kecap.

Oleh Oleh Khas Palembang by qiuslot88

Kota Palembang adalah Ibukota dari Sumatera Selatan . Asal- usul nama Palembang sendiri memiliki beberapa versi, salah satu versinya adalah...