Kota Palembang adalah Ibukota dari Sumatera Selatan.
Asal- usul nama Palembang sendiri memiliki beberapa versi, salah satu versinya adalah ketika penguasa Sriwijaya mendirikan sebuah Wanua (Kota) yang saat ini dikenal sebagai Kota Palembang.
Nenek moyang orang Palembang menamakan kota ini sebagai Pa-lembang yang bermakna Pa atau Pe yaitu suatu tempat atau keadaan dan Lembang atau Lembeng artinya tanah yang rendah, Jadi Palembang merupakan suatu tempat yang digenangi oleh air dan Identik dengan jembatan Ampera serta pempek sebagai kuliner khasnya Kota Palembang.
1. Tekwan bisa dikatakan sebagai oleh-oleh khas Palembang, makanan yang terbuat dari campuran daging ikan dan tapioka.
Dimana tekwan ini sering disebut sebagai baksonya Palembang karena disajikan bersama bakso ikan, soun, jamur kuping, daun bawang, bengkuang, bawang goreng dan kuah bening dengan sari udang.
Hingga membuat citarasa dari tekwan ini semakin lezat dangan bahan baku ikan dan tapioka.
Tekwan terasa sangat nikmat ketika disajikan dalam keadaan hangat.
2. Engkak ketan atau kue tradisional ini berasal dari Provinsi Lampung, dan populer juga di daerah Palembang Sumatra Selatan.
Kue Engkak adalah kue ketan lapis seperti Kue Lapis Legit. Namun, teksturnya terasa lebih lembut dan tahan lama.
Dimana Kue Engkak ini berbahan dasar mentega dan telur, untuk proses memasaknya cukup lama karena dengan cara memanggang menggunakan loyang secara berlapis-lapis, oleh sebab itu Kue Engkak terasa sangat lembut dan tahan lama.
Kue ini mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama karena penggunaan gula yang tidak sedikit.
Selain itu Engkak ketan ini bentuknya hampir mirip dengan kue maksuba, tetapi teksturnya lebih kenyal dan padat serta kandungan kolesterolnya lebih bersahabat karena menggunakan telur bebek.
Makanan yang berasal dari Indonesia ini tidak asing lagi didengar yakni, tempoyak berupa sambal khas Palembang yang terbuat dari durian lalu difermentasikan dan sering dijadikan sebagai lauk saat mengkonsumsi nasi.
Rasanya yang cenderung asam membuat tempoyak sering dijadikan bumbu tambahan dalam masakan.
Di daerah Jambi, tempoyak lebih sering menggunakan campuran ikan patin dan ikan baung.
Kemudian di Bengkulu, terkenal masakan tempoyak dengan campuran udang dengan tekstur yang sangat lembut.
Sedangkan daerah Lampung, tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal.
Ciri khas dari kerupuk pecah seribu ini yaitu berbahan dasar ikan, dengan balutan rasa yang gurih, renyah dan rasa ikan yang sangat kuat dijamin membuat kamu ketagihan untuk memakannya.
Kerupuk pecah seribu ini cocok dijadikan sebagai camilan dan teman makan nasi maupun pempek.
Selain rasanya yang gurih, bentuk dari kerupuk pecah seribu ini berukuran kecil menyerupai mangkok.
Untuk proses penggorengannya kerupuk jenis ini membutuhkan waktu yang lumayan lama hingga membuat kulit luar kerupuk terlihat seperti pecah atau retak.
Kue maksuba memiliki cita rasa yang sangat manis dan legit.
Warnanya kekuningan dan memiliki garis-garis hitam di tengahnya hingga terlihat seperti bolu lapis dengan garis yang tidak beraturan.
Kue maksuba sering disajikan saat hari spesial seperti lebaran, pernikahan dan acara lainnya yang terbuat dari telur, gula dan susu.
Oleh-oleh pertama yang mesti kamu beli ketika berkunjung ke Kota Palembang yaitu Tanjak, dalam budaya melayu tanjak adalah sebuah tradisi dan jati diri orang melayu.
Dimana tanjak ini memiliki lambang kewibawaan, struktur masyarakat, semangat, cita-cita serta harga diri.
Tanjak biasanya sering digunakan lelaki ketika ingin pergi keluar, layaknya sebuah songkok dalam budaya nasional.
Makna dari sebuah Tanjak, bertaut marwah, berbingkai harga diri.
Tanjak simbul bingkai peradaban, bukan sebatas dipakai namun jauh kepribadian.
Topi tanjak siap pakai bisa kamu dapatkan di Kota Palembang, tenun asli Palembang bisa di pakai untuk acara adat / resmi/ pernikahan Melayu / Palembang / Aceh dll.
Biasanya Tanjak bisa diperbesar dan diperkecil, ada setelannya di belakang topi. Ditenun oleh tangan yang terampil asli Palembang menggunakan bahan dasar sutra dan benang emas.
Berwisata ke Palembang membuat para pengunjung dihadirkan oleh sebuah pemandangan berbagai jenis kain dengan corak indah dan tradisional.
Motif kain dari segi corak, warna tersaji dengan unsur Nusantara yang sangat kental.
Kualitasnya juga tidak sembarangan, sehingga layak apabila dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Apa lagi jika bukan kain songket.
Kain Songket adalah salah satu kain tradisional khas Sumatera Selatan.
Kain tenun songket khas Palembang ini terkenal sangat cantik motifnya.
Dan untuk mendapatkan kain songket ini, kamu perlu merogoh kocek agak dalam sekitar ratusan hingga jutaan rupiah tergantung dengan tingkat kerumitan pembuatan dan lebar dari kain tersebut.
Selain indah dan mengandung nilai seni tentunya kain songket memberikan rasa bangga terhadap hasil karya Nusantara yang dihadirkan melalui kain songket tersebut.






































