Chat with us, powered by LiveChat

Minggu, 30 April 2023

7 Oleh oleh Khas Bandung by qiuslot88

Bandung dikenal sebagai kota yang memiliki beragam pesona mulai dari berbagai destinasi wisata yang populer hingga wisata kulinernya yang beragam.

Tak heran, Bandung menjadi destinasi wisata favorit khususnya bagi pencinta kuliner untuk berburu kuliner khas maupun oleh-oleh khas Bandung.

1. Batagor Riri



Siapa yang tak kenal Jajanan Batagor? Jajanan khas Bandung dengan sajian baso tahu digoreng yang disiram bumbu kacang.

Menjadi favorit banyak orang, batagor biasa dimakan sebagai camilan ataupun pengganjal perut saja. Batagor juga menjadi oleh-oleh yang banyak diburu oleh wisatawan saat berkunjung ke Kota Kembang, seperti Batagor Riri yang legendaris di Bandung.

Sudah ada sejak 1985, Batagor Riri banyak digemari karena memiliki cita rasa yang berbeda dengan dibuat dari bahan baku terbaik dan bumbu kacangnya yang khas.

Batagor Riri memiliki kemasan vacuum yang sering dijadikan sebagai oleh-oleh khas Bandung.

Di Paxel Market, tersedia berbagai pilihan paket Batagor Riri kemasan vacuum yang bisa Kamu order secara online dengan harga mulai dari Rp 90.500.

2. Kartika Sari



Kalau Kamu suka berburu oleh-oleh khas Bandung, pasti sudah kenal nih dengan toko kue populer yang merupakan pionir oleh-oleh di Bandung yaitu Kartika Sari.

Kartika Sari telah memiliki banyak produk oleh-oleh yang berkualitas mulai dari cake, brownies, hingga Bollen yang menjadi salah satu produk paling populer.

Kartika Sari Brownies, Bollen, dan Banana Crispy bisa Kamu order secara online dari Rumah melalui PaxelMarket.

Ada berbagai produk Kartika Sari yang bisa Kamu order di PaxelMarket mulai dari Kartika Sari Brownies Panggang, Brownies Kukus, Bolen Pisang, dan Banana Crispy.

Order online produk Kartika Sari favoritmu dengan harga mulai dari Rp 63.000 di PaxelMarket.

Produk Kartika Sari bisa dikirim ke JABODETABEK, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Denpasar.

3. Brownies Panggang Prima Rasa



pencinta brownies, udah pernah cobain brownies legendaris asal Bandung ini belum?

Wajib dicoba Brownies panggang Prima Rasa yang jadi primadona oleh-oleh khas Bandung!

Nikmati Brownies Panggang Prima Rasa yang memiliki rasa coklat manis yang pas dengan tekstur brownies yang lembut dan crunchy dibagian atas dengan beragam pilihan topping.

Kamu bisa nikmati Brownies Panggang Prima Rasa yang memiliki beragam pilihan topping ada Almond, Mede, Keju, dan Choco chip dengan order online di PaxelMarket mulai dari Rp 80,000.

4. Cilok Cepot



Bicara soal oleh-oleh khas Bandung, Jajanan cilok jangan sampai terlewat, nih!

Jajanan yang memiliki rasa gurih dan kenyal dengan tambahan bumbu.

Seperti Jajanan Cilok Cepot dengan racikan bumbu rahasia yang nikmat dan lezat sehingga terbukti menjadi paling enak dan paling unik di kota Bandung.

Dengan harga Rp 85.000, Kamu sudah bisa mendapatkan 1 Kemasan Daging Ayam Level Pedas SD dan 1 Kemasan Jando Level Pedas SMP yang bisa Kamu order di PaxelMarket.

Cilok Cepot bisa Kamu jadikan stok camilan di rumah dengan penyajiannya yang praktis hanya perlu dihangatkan.

5. Moojang Bandung



Moojang Bandung adalah toko oleh-oleh khas Bandung yang memiliki ciri khas perpaduan variasi dan kreasi Jajanan khas dan kekinian.

Pelopor Mochi Bakar khas Bandung ini menyediakan beragam menu Jajanan yang enak dengan terbuat dari bahan berkualitas.

Ada berbagai pilihan Jajanan yang bisa Kamu coba dari Moojang Bandung ada Chewy Durian (Mochi Bakar), Bolu Susu Lembang, Dessert Box, dan menu baru Surabiyaki.

Mulai dari Rp 35.000, Kamu sudah bisa cicipin Jajanan manis dari Moojang Bandung dengan order di PaxelMarket.

6. Batagor Kingsley.



Batagor Kingsley adalah makanan khas Bandung yang wajib Kamu coba dan dijadikan oleh-oleh saat mengunjungi kota Bandung, nih.

Cita rasanya yang khas dengan bumbunya yang pas dilidah dan pedasnya yang bikin “seuhah” membuat banyak orang selalu merindukan makanan khas Bandung satu ini.

Bagi pecinta jajan merindukan atau ingin mencicipi Batagor Kingsley tapi belum bisa berkunjung ke Bandung, order online aja di PaxelMarket!

Dengan harga Rp 95.000, Kamu sudah bisa mendapatkan 1 paket Batagor Kingsley yang berisi 5 buah batagor yang terdiri 2 siomay dan 3 tahu (bisa juga request isi), bumbu kacang yang manis dan sedikit pedas, juga jeruk nipis.

7. Belah Doeren 



Siapa pencinta Durian? Kamu bisa temukan berbagai macam olahan durian yang enak dan berkualitas dari oleh-oleh khas Bandung yang legendaris, Belah Doeren!

Belah Doeren adalah pionir Dessert dan Patisserie yang menyajikan beragam olahan Durian dengan kualitas terbaik. 

Kamu bisa order secara online Belah Doeren di PaxelMarket dikirim dengan tarif ongkir FLAT sampai 5 kg!

Ada berbagai macam olahan durian yang bisa Kamu order di PaxelMarket mulai dari Durian Brownies, Durian Buttercake, hingga Nastar Durian.

Rasakan olahan durian Belah Doeren yang enak untuk camilan hingga hidangan bersama keluarga di rumah.

Jumat, 28 April 2023

Kuliner khas Medan by qiuslot88

Jalan-jalan ke Medan belum lengkap rasanya tanpa berburu kuliner.

Kota ini merupakan rumah bagi berbagai suku dan menawarkan berbagai menu masakan yang siap menggoyang lidah para pecintanya. Nah rangkuman detiksumut kali ini merangkum beberapa kuliner unik dan populer yang wajib kamu coba saat berkunjung ke Medan.



1. Soto Medan

Soto Medan merupakan salah satu kuliner andalan Medan yang banyak dijual di penjuru kota mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran ternama.

Cita rasa soto yang kaya dengan taburan topping mulai dari ayam, daging, paru hingga kue akan memanjakan para penikmatnya hingga suapan terakhir.

Berikut rekomendasi Soto Medan yang populer di Medan:

Soto RM Sinar Pagi

Alamat: Jl. Sei Deli, Silalas, Medan.

Harga: Mulai Rp 30.000 per porsi

Soto Kesawan

Alamat: Jalan Ahmad Yani, Kesawan.

Harga: Mulai Rp 25 ribu per porsi

Soto Pak Haji

Alamat: Jalan Sun Yat Sen No. 101, Sei Rengas I

Harga: Rp 25 - Rp 30 ribu per porsi

2. Mie Gomak

Mie Gomak sering disebut Spageti Batak.

Mie Gomaki biasanya dibuat dengan cara direbus dan dimakan dengan santan kuning. 

Mie Gomak terasa lebih enak jika dipadukan dengan Andaliman, lada khas Batak yang cocok dipadukan dengan makanan pedas.

Berikut rekomendasi tempat mie gomak di Medan:

Mie Gomak Natasya

Alamat: Jalan Tadu No. 60 Medan

Harga: Dari 18 ribu rupiah

Raja Mie Gomak Samosir

Alamat: Jl. Pijer Podi No.14, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan

Harga: Dari 15 ribu rupiah.



3.London Medan

Lontong Medan terkenal dengan sambal lontongnya yang memiliki ciri khas tersendiri.

Berbeda dengan lontong pada umumnya, lontong Medan mix ini seperti satu paket lengkap dengan tauco Medan, kuah ancho Medan, bihun goreng dan kerupuk untuk menambah kenikmatan. 

Selain itu, lontong Medan bisa dinikmati sebagai sarapan atau makan malam yang dikenal dengan sebutan lontong malam.

Berikut rekomendasi Lontong Medan di Medan:

Lontong Nona Lin

Alamat: Jl. Diksi Teuku Cik Diksi No. 8M, melalui Happy Puppy Karaoke

Harga: Dari Rp 25 ribu per porsi.

Lontong Tenda Biru

Alamat: Jl. Kubis. Yos Sudarso No.9F

Harga: Mulai Rp 15.000 per porsi

Lontong Malam Insomnia

Alamat: Kompleks Villa Setia Budi Abadi II, Jl. Abadi No. A03, Tj. Rejo, Kec. Medan Sunggal

4. Kari bihun

Gulai bihun merupakan masakan tradisional Medan yang banyak penggemarnya. 

Kuah kari yang lezat dipadukan dengan bihun dan suwiran ayam atau daging sangat cocok untuk makan siang.

Restoran Tabona

Alamat : Jalan Mangkubum no. 17 Medan

Harga: mulai dari Rp45 ribu

5. Lemang Medan

Lemang Medan bisa menjadi pilihan kuliner sekaligus oleh-oleh khas kota Medan.

Terbuat dari beras ketan sangat gurih jika dipadukan dengan isian srikaya atau durian. Aroma lemang lebih asin jika disantap saat masih hangat.

Berikut rekomendasi warung lemang di Medan:

Warung Lomang Panas Jaya

Alamat: Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan

Harga: sekitar Rp30 ribu per bambu

Lemang Awi

Alamat: Jalan Jend. Sublot Gatot No. 71, Salib Emas BCDEF

Harga: Rp30 ribu per porsi

Lemang Bakar Pak Tanjung

Alamat: Jl. Setia Budi, Tj. Pengadilan, Medan Sunggal

Harga: Rp 20 ribu

Kamis, 27 April 2023

Oleh oleh khas Jawa Tengah by qiuslot88

Oleh-Oleh Khas Jawa Tengah – Anda ingin berkunjung ke Provinsi Jawa Tengah, salah satunya Semarang? Semarang memang merupakan kota terbesar ke-5 di Indonesia dan menjadi kota yang paling berkembang pesat di Pulau Jawa ini. Salah satu wujud kebangaan pra sejarah di Jawa Tengah yakni Candi Borobudur yang merupakan monumen Budha paling terbesar di dunia. Satu lagi Candi Prambanan yang ada di daerah Klaten yang merupakan kompleks Hindhu paling terbesar di seluruh Indonesia. Nah, berbicara tentang wisata yang ada di Jawa Tengah pastinya tidak akan luput dengan diimbangi makanan khas Provinsi Jawa Tengah. Ada banyak kuliner yang bisa Anda cicipi di Jawa Tengah.

Ini dia rekomendasi oleh-oleh Khas Jawa

1. Lumpia Semarang



Menikmati lezatnya lumpia asli dari kota asalnya tentu akan tercipta sensasi tersendiri. Rasanya yang gurih dan renyah dengan isian rebung ayam membuat Anda tidak merasa lelah untuk mengunyahnya. Lantas bagaimana nasip keluarga Anda dirumah? Nah, pulang dari Semarang dengan membawa oleh oleh khas Jawa Tengah ini akan menjadi salah satu cara Anda untuk menunjukkan diri Anda selalu mengingat keluarga meskipun sedang berlibur ke Jawa Tengah. Untuk mendapatkan lumpia ini tidaklah sulit, Anda bisa datang langsung ke Gang Lombok daerah Pecinan Semarang.

2. Intip Solo



Anda suka dengan camilan ini? Intip adalah semacam kerak nasi yang proses pembuatannya harus dilakukan penjemuran terlebih dahulu hingga kering. Baru kemudian dilakukan dengan penggorengan yang menggunakan minyak yang cukup panas. Setelah itu, intip tersebut dibungkus rapi dengan tambahan gula merah atau garam untuk menambah cita rasa dari intip Solo tersebut. Namun ternyata intip Solo juga mempunyai banyak sekali varian rasa, diantaranya seperti gurih, asin, gula jawa dan manis. Makanan ini terbilang dari bahan yang alami tanpa adanya MSG.

3. Roti Ganjel Rel



Dari namanya makanan ini sudah terdengar aneh, tetapi roti ini memang jajanan oleh-oleh khas Jawa Tengah yang paling terpopuler. Meskipun namanya terdengar aneh, tetapi roti ganjel rel ini mempunyai rasa yang begitu khas dan istimewa. Bahan dasar pembuatan roti ini asli terbuat dari campuran tepung tapioka dengan kayu manis dan santan. Untuk memperindah tampilan roti tersebut, diberikan tambahan taburan wijen secara rata di atas roti ini. Untuk tekstur roti ini memang dibuat agak keras dan berwarna coklat yang mirip dengan bantalan rel KA. Jadi, sekarang anda sudah tahu bukan asal usul dari nama roti tersebut?

4. Wingko Babat



Anda tahu wingko babat? Wingko babat adalah sejenis makanan tradisional asli Jawa Tengah yang terbuat dari kelapa dengan campuran bahan-bahan yang lainnya. Di daerah Jawa Tengah, wingko babat berbentuk bundar dan begitu lunak semacam jenang dodol tetapi ada campuran kelapanya. Pada umumnya wingko babat dijual dengan bentuk bundar yang dibungkus kertas. Untuk kombinasi rasa wingko babat Jawa Tengah ditambah gula pasir agar tercipta rasa yang lebih manis dan juga lezat.

5. Kue Mochi



Kue ini terkenal asalnya dari negeri seberang, tetapi ternyata kue mochi terkenal sebagai oleh oleh khas Jawa Tengah. Kue mochi asli terbuat dari tepung ketan yang di dalamnya terdapat isian gula dan kacang cincang. Tampilannya bulat-bulat kecil dan tekturnya kenyal dengan ditambahi taburan wijen pastinya akan menggoda pecinta kuliner yang melihatnya. Kue Mochi ini dibuat tanpa adanya tambahan bahan pengawet dan bisa bertahan hingga tujuh hari. Sehingga makanan ini sangat aman untuk dikonsumsi

6. Bandeng Juwana



Bagi anda penggemar olahan menu ikan maka jika datang ke Semarang, Jawa Tengah wajib untuk datang ke Toko Bandeng Juwana yang beralamatkan di Jl. Pandanaran No.57, Semarang. Di toko tersebut anda seperti masuk dalam surganya olahan Bandeng yang super lezat. Olahan bandeng bisa anda jadikan oleh oleh khasJawa Tengah diantara seperti otak-otak bandeng, bandeng asap dan bandeng lunak. Selain anda bisa membawa pulang olahan bandeng tersebut, anda ternyata juga dapat menikmati sajian menu Bandeng Juwana di lantai ke-2 dan juga dapat mencicipi olahan sate bandeng, gudeg bandeng dan bandeng tauco.

Sabtu, 15 April 2023

7 kuliner wajib manado by qiuslot88

Kota Manado dikenal memiliki tempat wisata yang sangat indah. Oleh karena itu, banyak  pengunjung  dari dalam dan luar negeri  berbondong-bondong datang ke kota ini. 

Ketika mendengar kota Manado, Anda langsung berpikir tentang Taman Laut Bunaken dan Monumen Yesus Memberkati yang merupakan tempat wisata Manado yang paling terkenal. 

Di antara banyak hal yang Anda cari, namun Anda harus mencoba hidangan manadoon yang pasti akan membuat Anda ketagihan. Berikut ini adalah 7 masakan khas Manado yang wajib Anda coba saat berkunjung ke Manado.  

1. Tinutuan (Bubur Manado) 



Bubur Tinutuan atau manado merupakan makanan khas manado yang terkenal tidak hanya di Manado tetapi juga  di seluruh Indonesia. Makanan ini sering disebut sebagai makanan yang sangat sehat karena komposisinya yang banyak mengandung sayuran yang baik dan zat yang baik untuk tubuh. Tinutuan biasanya disajikan dengan ikan, aneka gorengan, sambal dan lauk pauk lainnya. 

2. Saus Fufu Cakalang  



Cakalang fufu adalah ikan jenis manado yang sangat enak. Striped bass juga dikenal sebagai jenis ikan yang tidak hanya enak tetapi juga menawarkan banyak manfaat bagi tubuh kita. Kandungan Cakalang diketahui dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat otak serta membantu pemulihan dari depresi. Kuah Cakalang  merupakan masakan khas Manado dengan rasa pedas dan bumbu yang banyak. Saus campurnya mirip dengan bumbu balada. 

3. Ikan woku 



Sajian yang satu ini juga kaya akan rempah-rempah. Secara umum, wajan bisa diolah dengan  ikan yang berbeda sesuai  selera. Jenis ikan yang biasa digunakan dalam masakan ini antara lain tuna, cakalang dan mujair. Rasa bumbu woku sangat kaya dengan rempah-rempah seperti serai, daun jeruk, kemangi, kunyit, dll.

4. Sambal Roa 



Di antara berbagai sambal yang ada, sajian sambal  yang paling terkenal dan paling laris adalah sambal Manado. Sambal Roa biasanya disajikan dengan berbagai lauk atau gorengan. Bahkan, banyak juga orang yang menyantap hidangan sambal  hanya dengan satu porsi nasi panas. Sambal roa sendiri terbuat dari ikan roa yang telah diasapi dan dijemur selama berhari-hari, kemudian dibersihkan dan dicampur dengan racikan sambal  khas Manado.  Manado tentu sulit untuk dilupakan 

5. Pisang Goroho Goreng 

Anda mungkin menemukan banyak pisang goreng, biasanya diiris seperti jari dan dilumuri tepung. Namun, hanya pisang goreng  jenis goroho yang bisa ditemukan di Manado. Pisang goroho  enak. Pisang ini digoreng dengan irisan tipis, membuatnya enak. Anda juga bisa memakan pisang ini dengan mencelupkannya ke dalam hidangan sambal  atau  sambal lainnya. Lebih enak lagi jika  disajikan dengan segelas teh atau kopi, pisang goroho ini. 

6. Klapertart

Sajian yang satu ini merupakan  dessert  khas Manado yang terkenal. Bahan utama Klapertart adalah kelapa muda segar yang  dicampur dengan kismis, keju, kenari dan bahan adonan lainnya. Tekstur kue kepitingnya sangat kental dan  rasanya yang creamy bisa membuat  ketagihan.  

7. Gohu 

Gohu merupakan asinan buah yang sangat populer di kalangan masyarakat Manado. Gohu terbuat dari pepaya, mentimun atau nanas dan dicampur dengan  air, cuka atau lemon, cabai rawit, jahe, gula merah dan garam secukupnya. Lebih nikmat jika dimakan dingin. Biasanya banyak restoran yang menyajikan acar ini baik  dingin maupun polos. 

Jumat, 14 April 2023

Tentang Getuk Kethek Salatiga by qiuslot88

Jika sedang melancong ke Salatiga, jangan lupa untuk berwisata kuliner.

Salah satu kuliner khas Salatiga yang tak boleh dilewatkan untuk dicicipi adalah Getuk Kethek.



Nama Getuk Kethek lebih kondang ketimbang nama asli kedai di Jl. Agrotunggal, Kampung Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah itu, Getuk Satu Rasa.

Namun, apapun namanya, olahan singkong berasa manis yang dijual kedai itu kondang sebagai karya kuliner khas Salatiga.

Dua pekerja sibuk membuat adonan getuk menjadi pulen.

Adonan singkong yang telah pulen itu selanjutnya dibentuk kotak yang tersekat-sekat.

Penganan itu lalu jadi komoditas buruan warga di Salatiga.

Merek aslinya Getuk Satu Rasa yang dipatok pemiliknya kalah pamor oleh Gethuk Kethek yang lebih banyak dikenal warga.

Ciri khasnya, sang pemilik, Santoso, memelihara seekor monyet yang diikatkan pada sebatang pohon.

"Itu justru menjadi ciri khas. Ada monyet di teras rumah sehingga warga kerap menyebutnya Gethuk Kethek,” ujar pemilik kedai, Santoso.

Santoso merupakan generasi kedua pengelola kedai.



Sebelumnya kedua orang tua Santoso memulai bisnis yang sama pada 1980-an dengan nama Getuk Satu Rasa.

Getuk ini dijual per boks yang berisi 20 potong dengan harga Rp14.000.

Karya kuliner itu bukan hanya digemari warga lokal namun kondang hingga keluar kota.

Kini Getuk Kethek bahkan jadi karya kuliner andalan karena dianggap sebagai oleh-oleh khas Salatiga.

Santoso bercerita sepanjang musim penghujan produksinya sama sekali tidak mengalami penurunan. Termasuk untuk mendapatkan bahan baku utama dari wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya

Dalam sehari ratusan boks diproduksi.

Dengan rata-rata menghabiskan 150 kg singkong ditambah gula pasir dan kelapa.

“Mau musim penghujan atau kemarau produksi tetap sama, dan tidak ada pengaruh,” ujar Santoso.

Santoso memperkirakan salah satu sebabnya adalah pengolahan getuk yang masih menggunakan cara tradisional tanpa bahan pengawet.

Dengan demikian, dalam sehari getuk hanya bisa bertahan paling lama enam jam.

Getuk yang lebih gampang basi itu akhirnya membuat pelanggan hanya membeli dalam jumlah kecil. Sekali datang, rata-rata pelanggan hanya membeli dua boks.

“Sementara untuk keuntungan bersih dalam sehari bisa mencapai satu juta,” ungkap dia.

Seorang pembeli asal Kota Semarang, Puji Astuti, mengatakan dirinya selama ini penasaran dengan nama Getuk Kethek yang kerap dipesan orang sebagai oleh-oleh dari Salatiga.

“Mumpung mampir ke Kota Salatiga akhirnya mampir,” ungkap Astuti.

Bagi dia, getuk dengan tekstur lembut dan rasa manis ini memiliki keunikan tersendiri.

Sebab getuk yang selama ini dikenalnya tidak mencampurkan kelapa dengan singkong yang sudah pulen.

“Kelapa biasanya ditabur, tapi ini langsung dicampur di getuknya"

Rabu, 12 April 2023

Tentang Enting Enting Gepuk Salatiga by qiuslot88

Makanan Ringan Unik Khas Salatiga ini bernama Enting-Enting Gepuk.



Enting-Enting Gepuk berbentuk segitiga yang dibungkus dengan Kertas Putih.

Berbahan dasar Kacang Tanah dan Gula pasir ini adalah buah tangan, dimana dapat ditemukan dengan mudah di Toko Oleh-oleh di Salatiga atau bahkan di daerah sekitarnya.

Dilansir dari Goodnews from Indonesia, Enting-Enting Gepuk berasal dari Tionghoa dimana di perkenalkan oleh juru kunci Klenteng yang ada di Salatiga tersebut (Klenteng Hok Tek Bio).



Sang juru kunci Klenteng tersebut bernama Khoe Tjong Hook, berasal dari Fukkian , China.

Pada awal mulanya Enting-Enting Gepuk ini adalah suguhan untuk Tamu yang berkunjung di Klenteng tersebut.

Dan di Tahun 1930, Enting-enting Gepuk ini mulai di produksi dan diperjual belikan secara umum.

Struktur dari makanan ini adalah kacang tanah yang di tumbuk halus, kemudian di bentuk menjadi segitiga atau Prisma.

Pada bagian luar adalah campuran dari Kacang yang di tumbuk yang di campur dengan larutan gula pasir sehingga membuat enting-enting gepuk memiliki struktur yang kuat dan tidak mudah remuk.

Makanan ini sangat manis dan cocok untuk teman minum teh maupun kopi.

Pada Awal penjualan dari enting-enting ini mendapatkan sambutan yang cukup baik dari warga asing yang bermukim di salatiga.

Orang Belanda yang bermukim saat itu di Salatiga cukup menggemari makanan manis ini.

Saat itu Pembungkus dari enting-enting ini adalah daun bambu yang di keringkan, saat itu pembungkus makanan dari kertas sangat jarang dan cukup mahal untuk biaya operasionalnya.

Namun seiring berkembangnya jaman, dan mudahnya bahan baku Pembungkus Makanan ini berubah. Namun bentuk dan khas dari Enting-enting ini tidak berubah.

Hingga saat ini, banya orang yang berkunjung ke Salatiga, menjadikan enting-enting Gepuk sebagai buah tangan favorit untuk di bawa ke tempat asal mereka.

Tentang Pecak by qiuslot88

Sepiring gurame dimasak pecak atau lebih sering disebut pecak gurame siap disantap dalam suasana dan cuaca apa pun.

Bisa dinikmati pagi sebagai sarapan, pada siang hari juga oke.

Apalagi pada malam hari, sangat pas.



Masakan ini enak dimakan di kala udara panas, dan tetap segar saat dinikmati pada musim hujan.

Gurihnya bumbu kacang, bumbu kunci, rasa asam dari jeruk limau, serta pedas dari jahe atau bawang merah dan cabai memberikan kehangatan tersendiri dalam tubuh.

Nengsih (19), warga Ciledug asal Pandeglang, Banten, mengatakan baru pertama kali menikmati pecak gurame. ”Ini pertama kalinya saya makan pecak gurame.

Selama ini gurame hanya digoreng atau dibakar. Rasanya lain.

Bumbunya meresap dalam daging.

Ada asam-asamnya yang segar dan pedas menendang,” kata Nengsih, yang ditemui di Restoran Jagarawa, pinggiran Situ Cipondoh, Jalan Hasyim Ashari, Selasa (3/2/2015).

Pecak gurame adalah masakan yang sederhana.

Aslinya, pecak gurame adalah makanan Betawi yang mirip dengan pecel lele Jawa Timur-an, yaitu ikan goreng yang diguyur dengan sambal kacang pedas.

Hanya saja, yang membedakan antara pecel Jawa Timur-an dengan pecak gurame adalah pada pengolahan sambal kacangnya.



Pada pecak gurame asli Betawi ini, sambal kacangnya dimasak dengan santan sehingga terasa lebih gurih.

Sementara cabai merah, selain memberikan rasa pedas menonjok, sekaligus membuat tampilan masakan berwarna jingga dan merah.

Bumbu lainnya adalah kunyit dan kunci, sedangkan bahan utamanya adalah ikan gurame yang digoreng atau dibakar/panggang.

Biasanya pecak gurame sering dihadirkan dengan masakan gabus pucung.

Hal ini menandakan sejarah masyarakat Betawi sebagai masyarakat sungai karena gabus dan gurame adalah ikan air tawar yang banyak ditemukan di sungai atau rawa-rawa.

Namun, seiring berkurangnya lahan rawa, keberadaan ikan gabus mulai menghilang.

Gurame secara umum tetap bertahan karena banyak yang membudidayakannya.

Berbagai rasa baru Seiring terus berkembangnya dunia kuliner, berbagai kreativitas atas masakan pecak gurame terus bermunculan.

Pecak gurame yang tadinya hanya berbumbu kacang, kunyit, kunci, dan santan menjadi bervariasi.

Sebagian koki meniadakan bumbu kacang dan kunyit.

Mereka malah menambahkan jahe, bawang merah, dan serai untuk pemberi rasa baru.

Langkah itu diambil agar masakan yang dihidangkan berbeda dengan produk serupa di rumah makan lain.

Seperti di Rumah Makan Hj Kokom, juga di pinggiran Situ Cipondoh, rasa asam dan pedas pada pecak guramenya tak terlalu terasa meski warna merah cabai menghiasi masakan itu.

Sementara pecak gurame di Jagarawa sangat terasa asam dan pedasnya.

Selasa, 11 April 2023

Tentang Nasi megono by qiuslot88



Megono adalah sebuah hidangan khas Jawa Tengah yang terbuat dari potongan nangka muda dengan perpaduan kelapa parut yang dibumbui sehingga menciptakan rasa gurih.

Megono awalnya berasal dari Kabupaten Pekalongan di pesisir utara Jawa.

Kemudian berkembang di Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung.

Megono biasanya disajikan dengan nasi, mendoan, cumi masak hitam, telur balado, tempe orek, mentimun, dan sambal.

Nilai sejarah dan budaya mengawali terciptanya megono sebagai hidangan para pejuang.

Megono berasal dari kata bahasa Jawa merga (karena) dan ana (ada).

Makanan ini berawal dari sajian yang diberikan untuk para pasukan Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Bahureksa yang hendak berperang melawan VOC di Batavia pada tahun 1628.

Kondisi perang yang menyebabkan sulitnya perekonomian rakyat pada kala itu berdampak pada minimnya kebutuhan sandang dan pangan.

Suatu ketika, rombongan pasukan Mataram memasuki wilayah Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat di perkampungan penduduk dalam kondisi kelelahan dan lapar.

Penduduk setempat bersimpatik dan tak tinggal diam melihat kondisi pasukan Mataram tersebut.

Mereka saling bahu-membahu dan membantu mengumpulkan makanan dari rumah setiap penduduk untuk diberikan secara sukarela.

Namun, dengan kondisi yang serba terbatas para penduduk hanya mendapatkan kerak nasi tanpa adanya sayur.

Inisiatif untuk mencari sayur pun muncul.

Hingga diperoleh nangka muda yang banyak ditanam oleh penduduk di Pekalongan.

Nangka muda itu pun kemudian diolah dengan singkat hingga menjadi cacahan nangka muda yang terpotong kecil-kecil dan dibumbui kelapa parut.



Semenjak itu makanan ini disebut dengan megono yang merupakan akronim merga ana, dalam bahasa Jawa berarti karena ada.

Karena hanya ada nangka muda tersebut yang dapat dijadikan sayur sebagai hidangan untuk pasukan Mataram.

Meskipun makanan sederhana berbahan dasar nangka muda, mengonsumsi nangka muda dapat memperkuat imunitas tubuh dan sumber antioksidan yang baik guna memperkuat ketahanan fisik.

Oleh sebab itu, pasukan Mataram disajikan nangka muda tersebut.

Megono terbuat dari nangka muda yang masih mentah dan kulitnya telah dikupas, nangka muda itu kemudian dicincang atau diiris halus terlebih dahulu menjadi potongan kecil-kecil.

Kemudian potongan tersebut di masukkan ke dalam wadah yang tahan panas.

Selanjutnya tambahkan irisan halus bunga kecombrang, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, cabai merah, serai, daun melinjo, daun salam, daun jeruk, dan bumbu rempah ke dalam wadah nangka muda dan diaduk hingga tercampur merata.

Setelah itu, kukus nangka muda yang telah tercampur dengan bumbu sekitar 45 menit–1 jam hingga nangka menjadi lunak dan bumbunya telah meresap.

Warna megono yang dihasilkan biasanya berwarna kuning kecokelatan.

Warna kematangan megono dipengaruhi oleh bumbu rempah yang digunakan.

Bumbu rempah ini yang memberikan cita rasa utama pada megono.

Sedangkan rasa gurih yang dihasilkan dipengaruhi dari kelapa parut yang diberikan.

Megono hadir dalam berbagai warna dan variasi.

Variasi hidangan megono menjadi jenis tersendiri bagi megono tersebut.

Selain di Pekalongan megono memiliki variasi lain di Wonosobo.

Ciri khas megono Wonosobo adalah adanya tambahan irisan kubis hijau, parutan kelapa, dan ebi.

Bumbu megono Wonosobo sendiri terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam, dan cabai.

Parutan kelapa dan ebi tersebut yang memberikan rasa gurih.

Megono merupakan jenis hidangan vegetarian atau sayuran, karena hanya terdiri dari nangka muda, parutan kelapa dengan paduan bumbu rempah lainnya.

Namun, megono biasanya disajikan dengan tambahan lauk seperti cumi, daging ayam, atau ikan.

Megono umumnya disajikan dengan nasi putih dan cumi yang dimasak hitam, telur rebus balado, mendoan, tempe orek, mentimun, dan sambal.

Megono biasanya dikemas dengan daun pisang untuk menguatkan aromanya menjadi wangi dan lebih enak.

Di pesisir pantai utara Jawa Tengah, megono merupakan hidangan populer di warung makan, restoran dan jajanan kaki lima.

Megono umumnya dijajakan dalam warung makan, lesehan, hingga menggunakan mobil khusus untuk berjualan.

Megono juga ada yang dijual sebagai makanan kalengan, megono kaleng biasanya berisi megono setengah matang yang dilengkapi dengan bumbu rempah.

Namun, ada pula megono kaleng yang hanya berupa nangka muda dan harus dimasak sendiri.

Senin, 10 April 2023

Tentang Empal Gentong Cirebon by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Menginjakkan kaki di Cirebon kurang lengkap kalau belum makan empal gentong.

Sajian olahan daging khas kota Udang ini, kini dapat dinikmati di berbagai kota besar Indonesia.

Namun mencicipi empal gentong langsung di Cirebon tentu memberikan pengalaman yang berbeda.



Sekilas empal gentong terlihat seperti soto karena warna kuah kuningnya.

Meski berasal dari Cirebon, empal gentong bukanlah kuliner asli Cirebon.

Mengutip laman KBBI, kata “empal” merujuk pada daging yang dipotong pipih kemudian direbus dan dibumbui lalu digoreng.

Sedangkan bagaimana daging sapi itu diolah, empal gentong merupakan hasil perpaduan budaya Jawa,

Arab, India dan juga Cina.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Kuah kental seperti gulai merupakan hasil akulturasi budaya masakan Arab dan India.

Sedangkan penggunaan jeroan merupakan merujuk pada bahan makanan khas Tionghoa.

Cita rasa khas Nusantara hadir lewat bumbu dan rempah yang digunakan.

Nieza (2009:10) dalam Jalan-jalan ke Cirebon menjelaskan daging yang sudah dipotong kemudian dimasak dengan bumbu dan rempah pilihan dalam “gentong”, wadah masak besar yang terbuat dari tanah liat.



Kuali tanah liat pada waktu itu digunakan karena perkakas seperti besi atau stainless steel belum umum seperti sekarang.

Proses memasaknya pun menggunakan api dari kayu pohon asam untuk menjaga tekstur daging dan citarasa.

Dibutuhkan kurang lebih lima jam untuk mengolah makanan dengan rasa gurih, manis dan pedas ini.

Dahulu empal gentong diolah menggunakan daging kerbau.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Penggunaan kerbau untuk sajian empal dilakukan untuk menghormati mayoritas warga masyarakat yang waktu itu memeluk agama Hindu.

Tertarik mencicipi empal gentong? Anda bisa mampir ke Jalan Slamet Riyadi atau Jalan Haji Apud untuk mencicipi sajian empal gentong yang legendaris ini.



Cukup banyak warung empal gentong yang bisa Anda jumpai.

Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, semangkuk empal gentong dengan nasi atau lontong sangat cocok untuk mengisi perut seusai berjalan-jalan.

Minggu, 09 April 2023

Tentang sate kambing wendy's by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Membahas kuliner di Tegal, tentu identik dengan warung Tegal atau yang biasa disebut warteg.

Warteg memang menjadi primadona bagi banyak orang, terlebih karena rasanya yang lezat dan harga yang cukup terjangkau.



Namun selain sajian makanan yang ada di warteg, Tegal ternyata juga memiliki sederet kuliner yang tak kalah nikmat.

Satu di antaranya adalah warung sate legendaris yang dikenal dengan nama Sate Kambing Wendy's



Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto Griya Mejasem Baru 4 Nomor 59, Kraton, Tegal Barat, Tegal, Jawa Tengah.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Sate Kambing Wendy's juga tak luput dari perhatian seorang food vlogger terkenal, yakni Nex Carlos.

Melalui unggahan dalam video Youtube-nya, Nex Carlos terlihat berkunjung ke Sate Kambing Wendy's saat berada di Tegal.



Sebelum mencicipi sajian satenya, Nex Carlos menyempatkan diri untuk berbincang sejenak dengan beberapa karyawan yang tengah sibuk mengolah daging kambing di sana.

Menurut penuturan salah seorang karyawan, kambing yang digunakan di sini adalah kambing berumur kurang lebih 4-5 bulan.

Dalam sehari, Sate Kambing Wendy's mampu menghabiskan 20 ekor kambing muda.

Ada tiga jenis sate yang dijual, yakni sate daging, sate ati dan sate campur.

Pengunjung dapat memilih sendiri jenis sate sesuai selera.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Berbeda dengan warung sate kambing pada umumnya, kambing yang diolah di Sate Kambing Wendy's berasal dari peternakan sendiri.

Yang membedakan dari yang lainnya adalah kambingnya ternak sendiri," kata salah seorang karyawan.



"Ternak di daerah adiwerna, gak ada yg beli, semuanya dari hewan ternak sendiri," imbuhnya.

Bahkan, kambing-kambing tersbeut memiliki pola makan yang spesial sehingga dagingnya terjaga.

Selain sate kambing, Sate Kambing Wendy's juga menyediakan sop, gule hingga garang asem.

Dalam satu porsi sate kambing, terdiri dari 10 tusuk.

Hal lain yang tak kalah unik ialah tidak adanya bumbu yang diaplikasikan saat proses pembakaran sate.

Kendati demikian, rasanya sudah sangat lezat.

Bahkan, Nex Carlos pun sempat tidak percaya jika sajian sate di sini tidak bumbui.

Sebab, menurutnya rasanya sangat enak dan gurih.

Kendati demikian, Nex menegaskan bahwa memang sajian sate tersebut murni tidak memakai bumbu apapun.

Selain rasanya yang enak, dagingnya juga terasa sangat empuk.

Menariknya, Sate Kambing Wendy's menggunakan hotplate dalam penyajiannya.

Hal ini bertujuan agar sajian sate tetap panas, sehingga masih tetap lezat untuk saat disantap.

Tak seperti sate pada umumnya, sate kambing di sini tidak menggunakan bumbu kacang.

Hanya ada bumbu kecap dengan irisan cabai rawit.

Satu porsi sate daging yang berisi 10 tusuk dibanderol dengan harga Rp 60.000.

Ketika membayar, Nex Carlos pun sempat bertemu dengan Wendy selaku pemilik.

Wendy mengungkapkan bahwa usaha kuliner miliknya sudah ada sejak tahun 1984.

Bahkan, Wendy mengaku sudah ikut berjualan sejak ia masih berada di bangku kelas 5 sekolah dasar.

Sabtu, 08 April 2023

Tentang Serabi Notosuman by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Serabi Notosuman yang tersohor di seantero Solo pada awalnya dirintis oleh pasangan suami istri, Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan pada tahun 1923.



Tadinya pasangan suami istri ini seringkali menerima pesanan apem dari para tetangganya.

Lama-kelamaan kelezatan resep apem dari pasangan suami istri ini semakin populer dan mereka pun mulai mengembangkan resep serabi.

Dari resep serabi tradisional inilah bermula cikal bakal Serabi Notosuman yang kini dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Solo.

Nama Serabi Notosuman sendiri diambil dari nama jalan Notosuman di Solo, yang kini sudah berganti nama menjadi Jl. Muh Yamin.



Sejak dirintis oleh Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan, kini kedai Serabi Notosuman sudah diteruskan oleh generasi keempat.

Kualitas rasa dan bahan baku tetap diutamakan agar rasa serabinya sama seperti resep turun temurun yang diwariskan oleh sang buyut.

Salah satu rahasia kelezatan Serabi Notosuman adalah penggunaan beras Cendani yang berkualitas dan sengaja ditumbuk sendiri untuk menjaga kualitas rasa, tekstur dan kebersihannya.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Serabi Notosuman sebenarnya biasa saja.

Serabi Notosuman hanya menggunakan tepung beras, pandan, gula, santan, garam dan vanila.



Karena menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet, tak heran bila Serabi Notosuman ini hanya dapat bertahan selama 24 jam saja.

Jadi kita harus bergegas memakannya agar kita bisa memperoleh citarasa khas yang lezat.

Sejak pertama kali dibuat hingga saat ini, Serabi Notosuman tetap konsisten menyiapkan 2 varian rasa saja yakni rasa original dan coklat.

Pemilik kedai Serabi Notosuman memang sengaja tidak mengikuti perkembangan zaman dengan menambahkan varian rasa seperti keju, strawberry, pandan atau durian dengan alasan untuk mempertahankan konsistensi rasa original dari resep serabi yang sudah diwariskan.

Sekali waktu, sang generasi penerus pernah mencoba membuat serabi dengan tambahan nangka.

Namun ternyata rasa nangka tersebut justru lebih dominan dan malah menutupi rasa khas serabi.

Akhirnya pembuatan varian rasa serabi pun urung dilakukan.

Sedangkan untuk urusan pengemasan, Serabi Notosuman memberikan sedikit inovasi dengan menggulung serabi dan membungkusnya menggunakan daun pisang.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Serabi Notosuman yang sudah dibungkus daun pisang aromanya akan jadi lebih sedap dan mudah disantap karena tak mengotori tangan sehingga praktis untuk disantap di berbagai acara.

Sebagai makanan khas, Serabi Notosuman menempati posisi penting dalam kehidupan masyarakat di Surakarta.



Bahkan bisa dikatakan, tidak ada orang Surakarta yang tidak kenal dengan Serabi Notosuman.

Berikut ini ulasan mengenai perkembangan Serabi Notosuman dari generasi ke-1 sampai generasi ke-4. Perkembangan Serabi Notosuman dari generasi ke generasi 1.

Generasi ke-1 Tahun 1923-1955 Serabi Notosuman pertama kali dirintis pada tahun 1923 oleh Ny. Hoo Ging Hok.

Usaha Serabi ini dikelola bersama suaminya Tan Giok Lan.

Awalnya Serabi Notosuman lahir dari ketidaksengajaan.

Menurut Hoo Khik Nio, anak dari Ny. Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan, pada awal mulanya, orang tua Hoo Khik Nio adalah pembuat serabi pertama kali di Kota Surakarta.

Itu terjadi tanpa disengaja, awalnya tetangga meminta dibuatkan apem untuk selamatan.

Karena apem yang dibuat Ny. Hoo Ging Hok enak, tetangganya memesan kembali.

Dari situlah Ny. Hoo Ging Hok awalnya berjualan apem.

Suatu hari, ada seorang pelanggan minta dibuatkan apem yang bentuknya lebih pipih.

Lantaran bentuknya yang beda, pelanggan itu menyebutnya serabi.

Sejak itulah makanan apem pipih itu dikenal dengan nama serabi.

Di luar dugaan, serabi justru lebih digemari ketimbang apem. Hingga akhirnya orang tua Hoo Khik Nio beralih menjadi pengusaha serabi yang cukup laris.

Ny. Hoo Ging Hok sering mendapat pesanan dari Keraton Kasunanan Surakarta untuk membuat apem yang digunakan untuk acara ruwahan.

Kemudian atas inisiatif sendiri, pinggiran apem tersebut diberi bingkai (pinggiran).

Jadi bentuknya sudah tidak seperti apem, tapi seperti bentuk serabi yang dikenal saat ini.

Ternyata tanggapan masyarakat Surakarta kala itu cukup bagus.

Mereka menyukai apem kreasi Ny. Hoo Ging Hok.

Karena itulah, dia menekuni usaha itu hingga pindah tempat tiga kali.

Tempat berjualan Serabi Notosuman pertama kali di Jalan Veteran, kemudian setelah kontrak habis warung pindah ke Jalan Yos Sudarso.

Dari Jalan Yos Sudarso pindah lagi ke Jalan Moh. Yamin No. 24 Solo (yang dulu bernama Notosuman) sampai sekarang.

Aktivitas berjualan Serabi Notosuman dimulai sejak pukul 03.00 WIB.

Bila ditelusuri lebih dalam hal ini rupanya memiliki kaitan sejarah dengan perilaku masyarakat Surakarta tempo doeloe yang sering tirakat (jalan kaki) dan keluar pada malam hari lalu mampir di warung hik.

Ny. Hoo Ging Hok membuat serabi dengan bahan dan cara pembuatan yang tidak jauh berbeda dengan kue apem.

Karena rasa serabi dianggap lebih enak dan kebersihannya juga terjamin, makin lama makin banyak pembeli yang datang.

Serabi ini dikenal dengan Serabi Notosuman, karena pembuatannya berada di Kampung Notosuman (yang sekarang berganti menjadi Jalan Mohammad Yamin), maka serabi ini kemudian diberi nama Serabi Notosuman.

Bahan baku pembuatan Serabi Notosuman tidak jauh berbeda dengan pembuatan apem, yaitu terdiri dari tepung beras, gula pasir dan santan.

Beras yang digunakan adalah beras cendani dari Cianjur.

Pembuatan tepung dilakukan dengan cara ditumbuk sendiri. Proses pembuatan Serabi Notosuman dengan cara dimasak di atas wajan kecil yang terbuat dari tanah liat dan mengunakan keren/anglo dan arang sebagai bahan bakar.

Serabi Notosuman yang pertama kali diproduksi hanya memiliki rasa original saja.

Kemudian karena ramainya pembeli yang datang Ny. Hoo Ging Hok mendapatkan ide untuk membuat inovasi. Ny. Hoo Ging Hok membuat Serabi Notosuamn dengan variasi penambahan coklat dan nangka.

Serabi Notosuman yang ditambahkan nangka di atasnya membuat rasa nangka lebih dominan dibandingkan rasa Serabi Notosuman itu sendiri, maka pemilihan rasa coklat lebih dipilih untuk menambah inovasi baru dan banyak pembeli yang menyukainya.

Dari situlah akhirnya Serabi Notosuman sampai saat ini hanya memproduksi dua varian rasa saja yaitu original dan rasa coklat.

Serabi Notosuman semakin berkembang dan menjadi makanan yang digemari masyarakat Surakarta.

Ketika Ny. Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan meninggal usaha itu diwariskan kepada putrinya Ny. Hoo Khik Nio, yang semula adalah pembatik di kawasan Serengan, Surakarta

Generasi ke-2 Tahun 1955-1987 Ny. Hoo Khik Nio sebagai pewaris generasi ke-2 Serabi Notosuman memiliki nama Jawa Margo Hutomo.

Nama Jawa yang melekat pada dirinya ini karena nama dari suaminya.

Sebagai masyarakat yang tinggal di Jawa Ny. Hoo Khik Nio lebih sering dipanggil Mak Margo.

Ny. Hoo Khik Nio sebagai generasi ke-2 gigih menjaga usaha Serabi yang diwariskan orang tuanya ini.

Ny. Hoo Khik Nio sebagai pewaris Serabi Notosuman dengan gigih mempertahankan usaha ini.

Resep dan rasa Serabi Notosuman tidak mengalami perubahan, sehingga semakin banyak pelanggan yang membeli Serabi Notosuman.

Rasa dan bentuk Serabi Notosuman masih sama dari sebelumnya yaitu hanya ada dua varian rasa saja, original dan rasa coklat.

Rasa original bentuknya polos berwarna putih santan, di atasnya hanya diberi santan cair, sedang rasa coklat ada penambahan topping coklat di atasnya.

Penyajiannya pun juga masih tetap sama seperti saat ibunya berjualan yaitu berbentuk sesuai aslinya bulat dan ditaruh di atas daun pisang.

Sama seperti ibunya, Ny. Hoo Khik Nio menjajakan Serabi Notosuman pada pukul 03.00 WIB. Bagi masyarakat Surakarta, sudah terbiasa orang berjualan jajanan di malam hari.

Pada jam malam hari biasanya orang merasakan lapar dan tidak ingin memakan makanan yang berat seperti nasi, dan untuk mengantikannya masyarakat mencari jajanan yang bisa langsung dinikmati seperti Serabi Notosuman.

Karena banyaknya pelanggan Serabi Notosuman, pembeli harus rela mengantri dan bahkan bila tidak lebih awal bisa kehabisan.

Pada saat usaha Serabi Notosuman dipegang oleh generasi kedua tempat berjualan sudah mulai menetap di Notosuman.

Warung ini cukup sederhana, tidak ada tempat duduk untuk pembeli.

Bahkan letaknya juga persis berada di tepi jalan tanpa tempat parkir.

Tetapi meski begitu, Serabi Notosuman sangat popular.

Tidak hanya wisatawan yang berkunjung ke Surakarta yang sudah merasakan nikmatnya serabi ini, Presiden pertama RI Soekarno pun pernah merasakan enaknya Serabi Notosuman.

Sejak saat itu Serabi Notosuman semakin kebanjiran pembeli.

Serabi Notosuman sebagai jajanan yang dijajakan di pinggir jalan beranjak naik kelas karena Serabi Notosuman diborong oleh Presiden Pertama RI.

Hal ini berpengaruh besar terhadap perkembangan Serabi Notosuman secara positif.

Setelah puluhan tahun usaha ini berdiri Serabi Notosuman diwariskan lagi oleh Hoo Khik Nio (Ny. Margo Hutomo) kepada empat dari enam anaknya, dikarenakan kondisi fisiknya yang tak memungkinkan lagi untuk bekerja, sementara pesanan terus mengalir.

Keempat pewarisnya adalah Handayani dan Buntoro di Notosuman, Lidiawati di kampung Kratonan, dan Bambang di Jalan Gejayan, Yogya.

Sedangkan dua anak Hoo Khik Nio lainnya, Eliani dan Yusuf, memilih jualan mie di Jalan Kaliwingko, Surakarta.

Generasi Ke-3 Tahun 1987-2003 Pada tahun 1987 Serabi Notosuman beralih ke generasi ke-3.

Penerus generasi ke-3 dari Serabi Notosuman yaitu Nyonya Lidiawati atau lebih dikenal dengan Ny. Lidia.

Nyonya Lidia adalah anak kelima dari Nyonya Hoo Khik Nio.

Beliau mewarisi berjualan serabi pada usia 29 tahun. Menurut Nyonya Lidia, dirinya dulu pada waktu remaja sudah ikut membantu ibunya Nyonya Hoo Khik Nio berjualan serabi, bahkan saat neneknya Nyonya Hoo Ging Hok berjualan serabi Nyonya Lidia sudah sering diajak ibunya berjualan.

Sehingga tidak heran apabila Nyonya Lidia dapat mewarisi dalam membuat Serabi Notosuman yang legendaris itu.

Selain mempertahankan resep asli, Nyonya Lidyawati juga berusaha keras mempertahankan kualitas rasa dengan membuat serabi dari tepung beras pilihan.

Salah satu ciri khas Serabi Notosuman adalah mereka menumbuk sendiri beras yang digunakan sebagai bahan baku membuat serabi.

Beras yang digunakan adalah beras dengan kualitas tinggi, yaitu beras cendani dari Cianjur.

Hal inilah yang membedakan Serabi Notosuman dengan serabi Solo lainnya.

Selain tetap mengutamakan rasa dan mutu, juga pelayanan.

Pada awalnya, Nyonya Lidia memegang usaha Serabi Notosuman sendiri, dia hanya dibantu beberapa asisten rumah tangga.

Karena usianya yang masih muda, beliau merasa kewalahan dengan banyaknya pembeli serabi setiap hari.

Nyonya Lidia benar-benar menjaga usaha yang diwariskan secara turun-temurun ini.

Karena melihat kegigihan Nyonya Lidia dalam mengelola usaha Serabi Notosuman, suaminya kemudian memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya dan memilih membantu Nyonya Lidia dalam mengelola usaha berjualan Serabi Notosuman.

Berbeda dengan ketika dipegang oleh pendahulunya yang mulai berjualan pada pukul 03.00 WIB, pada saat generasi ke-3 aktivitas pembuatan serabi dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan membuat adonan tepung beras, gula pasir dan santan.

Adonan yang sudah jadi lalu dimasukan dalam wajan kecil dari tanah liat di atas tungku kecil atau anglo dengan bahan bakar arang.

Pembeli yang datang langsung melihat pembuatan kue ini.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang datang ke toko.

Kegiatan berjualan serabi hingga pukul 17.00 WIB, akan tetapi toko legendaris ini bisa tutup lebih awal apabila serabi sudah habis.

Pada saat Serabi Notosuman dipegang oleh generasi ke-3 mulai merekrut karyawan.

Hal ini dikarenakan semakin banyak pembeli sehingga jika hanya keluarga dan asisten rumah tangganya saja yang membuat tidak akan dapat memenuhi jumlah kuota pembeli yang begitu banyak.

Dalam sehari Nyonya Lidia dapat menghabiskan kurang lebih 100 kg bahan untuk membuat Serabi Notosuman.

Jumlah karyawan Serabi Notosuman tidak tentu, karena ada yang keluar dan masuk, kebanyakan karyawan yang keluar kemudian berjualan sendiri.

Pada generasi ke-3 ini pula Serabi Notosuman melakukan inovasi dalam penyajiannya, serabi-serabi yang dulu dijajakan bundar sesuai dengan bentuk serabi aslinya, kemudian ada variasi perubahan dalam penyajiannya dengan digulung menggunakan daun pisang dan dikemas dengan menggunakan kemasan kotak berwarna hijau.

Tiap kemasan berisi 10 biji serabi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan saat membawa Serabi Notosuman sebagai oleh-oleh.

Pada tahun 1992 Serabi Notosuman sudah mematenkan merk dagangnya, dengan merk dagang Serabi Solo Notosuman sebagai salah satu makanan khas Kota Surakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1923, hal ini bertujuan untuk menjaga keaslian Serabi Notosuman.

Serabi Notosuman telah memenuhi persyaratan Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dengan P-IRT No. 3063372011002-16.

Selain itu Serabi Notosuman juga terdaftar sebagai makanan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1992 dengan No. 15100006580812.

Selain Presiden pertama RI Soekarno yang menjadi pelanggan, Serabi Notosuman juga menjadi klangenan Presiden RI ke 2 Suharto dan keluarga Cendana.

Serabi Notosuman selalu menjadi salah satu menu wajib bagi keluarga Cendana jika mengadakan sebuah acara.

Ketika menjabat jadi Presiden RI Pak Harto selalu memesan Serabi Notosuman jika Istana Negara kedatangan tamu negara.

Sehingga banyak petinggi-petinggi yang juga menjadi pelanggan Serabi Notosuman.

Tidak heran jika Serabi Notosuman semakin berkembang dan memiliki banyak pelanggan.

Pada tahun 1997 Nyonya Lidia mendapat undangan khusus dari Keluarga Cendana.

Tepatnya pada bulan November tahun 1997 Nyonya Lidia diundang untuk membuat Serabi di Cendana pada saat ada acara penyambutan Sultan Brunei dan pameran di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. 

Generasi ke-4 Tahun 2003-sekarang Pada tahun 2003 Serabi Notosuman mulai membuka cabang di beberapa daerah di Jawa Tengah, yaitu di Kudus, Boyolali dan Yogyakarta. Masing-masing cabang dikelola langsung oleh generasi ke 4 yaitu anak-anak dari Nyonya Lidia.

Cabang pertama di kota Yogyakarta dipegang langsung oleh anak pertama Nyonya Lidia yaitu Yohanes Krismanto.

Pada tahun yang sama Serabi Notosuman kembali membuka cabang di beberapa Kota seperti di Boyolali, Semarang dan Kudus.

Masing-masing cabang dikelola langsung oleh generasi ke-4 yaitu anak-anak Nyonya Lidia.

Cabang Boyolali dipegang oleh Markus Kristiono dan Matius Krismono, cabang Kudus dikelola oleh Lukas Kristanto, sedangkan cabang Semarang dikelola oleh anak angkatnya yaitu Susi Lenawati.

Serabi Notosuman generasi ke-4 tidak berbeda jauh dengan generasi ke-3, karena sudah terbiasa dengan aktifitas membuat Serabi Notosuman sejak kecil mereka mampu membuat serabi yang sama dengan serabi generasi sebelumnya.

Hal inilah yang juga dirasakan oleh generasi ke-3 yang terbiasa dengan kehidupan berjualan serabi sejak ibunya berjualan.

Sehingga tidak ada bekal khusus yang diterima dalam membuat Serabi Notosuman.

Selain itu juga tidak ada resep khusus yang disembunyikan, bahkan semua karyawan juga bisa membuat kue serabi dengan resep asli.

Teknik pembuatan Serabi Notosuman generasi ke-4 juga tidak berbeda jauh dengan generasi ke-3. Selain menjadi makanan khas Kota Surakarta, pembuatan serabi juga memiliki keunikan yaitu pengunjung dapat melihat pembuatan serabi.

Hal ini karena proses pembuatan serabi dilakukan di depan toko.

Proses pembuatan tidak lagi memakai tungku/anglo dan arang tetapi sudah semi modern.

Wajan-wajan kecil disusun di atas meja-meja alumunium dengan kompor gas sebagai bahan bakarnya. Serabi Notosuman tak termakan zaman tetap menjadi favorit selama empat generasi.

Jajanan rakyat yang berubah menjadi jajanan berkelas ini ternyata tak lekang oleh zaman.

Di tengah serbuan jajanan impor, ia tetap laris.

Bahkan sering dijadikan oleh-oleh mereka yang keluar negeri.

Pembukaan cabang Serabi Notosuman semakin memperjelas perkembangan kuliner legendaris ini.

Sebagai generasi ke-3 Serabi Notosuman Nyonya Lidia tidak ingin menjual nama kepada pihak lain.

Hal ini karena untuk tetap menjaga resep Serabi Notosuman sehingga terjaga keasliannya.

Dengan dibukanya cabang di berbagai daerah membuat Serabi Notosuman semakin dikenal sehingga pelangganpun semakin bertambah.

Jumat, 07 April 2023

Tentang Sate Kere Khas Surakarta by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Tidak ke Solo kalau tidak makan sate kere, begitulah kira-kira ungkapan yang menggambarkan keharusan wisatawan mencicipi makanan “rakyat jelata” ini.



Sate kere memang terkenal sebagai kuliner legendaris khas Surakarta.

Jika umumnya sate menggunakan daging, makanan ini berbahan dasar tempe gambus yang terbuat dari ampas tahu yang dipotong-potong, dibumbui, dan dipanggang layaknya sate.



Sesuai namanya, sate ini dulunya hanya disantap oleh orang “kere” sebagai pengganti daging yang tidak mampu mereka beli.

Sebutan sate kere memang merujuk pada makna miskin, yang dulu dibuat oleh rakyat jelata yang tidak mampu membeli sate daging, lantaran hanya kalangan menengah atas saja yang dapat menyantap makanan “mewah” itu.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Pada zaman kolonial, di perkotaan besar di Jawa, lazim ditemukan abattoir atau tempat penyembelihan hewan, dibangun pemerintah kolonial Belanda untuk menjamin konsumsi kaum Eropa akan daging sapi.



Demi menjaga kesehatan konsumen, pengelola abattoir pantang menjual daging bercampur gajih. Karena itulah pada zaman dulu, sate adalah makanan mahal dan hanya kalangan menengah atas saja yang bisa menyantapnya.

Rakyat jelata yang ingin merasakan daging namun tidak mampu membeli kemudian mengkreasikan tempe gambus untuk dijadikan sate.

Melansir dari laman surakarta.go.id, selain tempe gambus, bahan dasar pembuatan sate ini juga menggunakan jeroan sapi seperti paru dan usus sapi.

Secara penampilan, sate kere tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya, apalagi kuliner yang dapat ditemukan juga di daerah Yogyakarta ini biasanya memang dilengkapi dengan bumbu kacang atau sambal kecap.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Meski harga sate daging kini bisa dijangkau oleh semua kalangan, tetapi kuliner sate kere tetap diminati dan banyak dicari oleh penggemar kuliner.

Saat bepergian ke Solo, jika beruntung, Anda bisa menemukan pedagang keliling yang menjual sate kere.

Makanan kelas bawah ini bahkan naik takhta di beberapa tempat makan menyediakannya sebagai menu andalan.

Padahal di masa lampau, makanan ini biasa disantap oleh masyarakat kere sebagai tiruan bagi mereka yang tidak mampu membeli sate kambing.

Selain harganya murah, sate kere juga tak kalah lezat dengan sate daging pada umumnya, apalagi ditambahkan irisan lontong, makanan khas Solo ini cukup nikmat dan mengenyangkan.

Selain di Solo, warga Yogyakarta yang sering pergi ke bilangan Pasar Beringharjo pasti tidak asing dengan sate kere.

Banyak penjual yang menjajakan makanan murah meriah ini di emperan pasar tersebut.

Pembuatan sate kere tak terlalu rumit.

Bumbu untuk membuatnya hanya menggunakan ketumbar, bawang putih, bawang merah dan gula merah atau kecap.

Oleh Oleh Khas Palembang by qiuslot88

Kota Palembang adalah Ibukota dari Sumatera Selatan . Asal- usul nama Palembang sendiri memiliki beberapa versi, salah satu versinya adalah...